Reina menatap kosong ke depan, tangannya memainkan ransel yang di dekapnya. Richard memaksanya duduk di samping kemudi, membuat Reina hanya bisa mengikuti. Tak jauh dari Pameran Reina mulai berontak. "Turunin gua di sini," ucap Reina dingin yang biasanya bersahabat. Richard meliriknya sekilas. "Kenapa? Kita belum sampe di—" "Berhenti!!" teriak Reina, matanya menajam menatap Richard. Mobil pun menepi, tepat guyuran hujan datang. Richard sangat bersyukur karena akan membuat Reina tak jadi keluar dari mobilnya. Namun, tangan Reina telah mendorong pintu mobil, dengan cepat dicekalnya pergelangan tangan Reina. "Ngapain turun, Rei? Mau ngemis cinta Devid?" Pertanyaan Richard membuat wajah Reina memanas, ia tak memercayai bahwa Richard berbicara kepadanya demikian, dengan cepat menimpal. "
Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari


