Reina dan Fanya kembali membawa beberapa obat-obatan yang diberikan kak Maulida. Kedatangan mereka membuat Richard mengembuskan napas panjang, ia sangat grogi apalagi sempat dilirik oleh beberapa perempuan yang melewati UKS. "Gimana, Fa?" tanya Reina khawatir. Fanya membuka tutup botol aroma terapi, lalu mengoleskannya beberapa ke tangannya menuju hidung Acha. "Kasih ginian aja, biar Acha sadar," titah Fanya. Padahal Acha sudah tersadar, tetapi ia mengulur waktu sampai beberapa menit hingga ia pun membuka mata perlahan. "Ya ampun, Cha! Lo sadar!!" jerit Reina langsung memeluknya erat. Richard berdiri kaku, ia hanya bisa menyaksikan dua manusia itu, sedangkan Fanya memeras kain yang sudah dibasahi air hangat untuk membersihkan lebam di kening Acha. Setelah menguraikan pelukan, Reina

