"Richard, anak dari istri ke duaku." Bukan bom atom yang meledak. Devid tak bisa menahan emosi, entah datang dari mana—seharusnya ia menghajar Prabu. Namun, kekesalannya tak dapat ditahan sebuah bogem mentah begitu saja mendarat di rahang Richard yang tak siap. Ia langsung tersungkur ke lantai. "Devid!!" jerit Dinda. Jantung Devid sudah tak beraturan, ia pusing harus menyalahkan siapa. Hingga emosinya mengingat Acha mulai menyukai Richard membuatnya menghajar beberapa kali hujaman tinju sampai ke perut dan mulut Richard. Prabu dengan cepat menahan tinju yang akan diberikan Devid lagi, memberikan kesempatan anak tirinya untuk berlari keluar. "Lepas, b******k!" umpat Devid, mencoba melepaskan cengkraman Prabu yang kuat. Tak segampang itu, Prabu menahan kedua tangan Devid di belakang pun

