51

1271 Kata

"Gua pulang dulu, ya, ada urusan. Kalian duluan aja," ujar Devid sambil menepikan motornya di samping mobil Richard. Reina mendelik. "Mau ke mana lagi, Dev? Banyak banget alesan! Kali ini aja kita barengan jalan," omelnya. Devid melirik Acha, kentara masih terlihat marah kepadanya. Saat tatapannya menangkap Richard, emosinya kembali. Namun, dengan sekuat tenaga ia simpan rasa bencinya. Suara motornya meraung keras, Reina hampir menggapai ranselnya, tetapi dengan cepat Devid menghindar. Motornya melaju kencang, menyisakan Reina yang mengenbuskan napas kasar. "Gimana? Lo duluan aja sama si Richard, Cha, gua mau panggil sopir." Penjelasan Reina membuat Acha terbelalak. Ia akan berduaan dengan Richard? Tak segampang itu, secepat mungkin Acha menyambar ponsel Reina, lalu memasukkannya ke d

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN