Keluarga Argadhika ingin mengadakan pesta, atau lebih disebut syukuran karena Danie sudah kembali di tengah-tengah mereka dan sekaligus merayakan pernikahan Deenan dan Danie yang tiga tahun lalu hanya ijab saja. Deenan kira Danie akan protes saat makan malam tadi, tapi gadis itu diam saja. Menghormati Ghea yang tampak bersemangat mengatur pesta dan juga tema seperti apa yang akan dipakai. Danie memang tidak protes saat kumpul keluarga, tapi gadis itu mendiami Deenan sepanjang jalan menuju pulang ke apartemen. "Gue juga nggak tahu nyokap pengen bikin pesta, Danie." Sambil menyetir dengan kecepatan sedang, Deenan bersuara. Danie tetap menatap keluar jendela. "Lo sama gue akan bercerai, seharusnya pesta itu nggak perlu." "Siapa yang akan menceraikan lo? Nggak ada, dan gue males berantem."
Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari


