"Kok kamu gak datang? Chat juga gak dibalas. Telfon apa lagi!" Dhenis langsung memberondongnya dengan pertanyaan yang lebih condong ke pernyataan. Dia melipat tangan di depan d**a. "Apa karena sudah menikah dengan lelaki itu terus melupakanku?" tuduhnya. Airish tersenyum canggung. Dia mempersilahkan pacarnya duduk terlebih dahulu sambil memikirkan alasan apa yang bisa dia katakan agar Dhenis tidak marah kepadanya. "Gak perlu! Aku ingin jawaban kamu sekarang. Jangan bohong!" Dhenis tetap berdiri di luar teras, sedangkan Airish di teras. Jarak mereka cukup jauh, sekitar dua meter. Ariyanti diam-diam menguping dari balik jendela. Dia penasaran, lebih penasaran lagi ketika Alvaro mengizinkan anaknya menemui Dhenis. "Ma, biarin mereka berdua dulu!" Alvaro tersenyum geli. "Mama penasara

