Airish berguling ke kiri dan kanan malam hari setelah Alvaro keluar dari kamarnya. Dia memang tidak bisa tidur, bukan karena memikirkan Dhenis saja, tapi juga Alvaro yang diusirnya keluar dari kamar. "Aku jahat, gak, sih?" Dia bertanya pada diri sendiri. Meski berkali pertanyaan serupa dia ulangi, tapi jawabnnya tetap sama. Tidak! Yang jahat adalah orang yang memaksanya harus ada di situasi seperti sekarang. Jika biasa lelaki itu tidur nyaman di ranjang empuk bernilai puluhan juta, sekarang dia yakin jika Alvaro hanya berbaring di lantai beralaskan karpet rasfur di depan tivi. Dari segi ketebalan saja sudah berbeda jauh, apa lagi harganya, tidak akan bisa dibandingkan. Yang dia tahu, satu ranjang empuk Alvaro bisa untuk membeli satu kontainer karpet rasfur miliknya yang hanya berharg

