"Bagaimana Papa, Om?" Airish langsung memberondong Alvaro dengan pertanyaan yang membuat dirinya tidak tenang semenjak pagi. "Udah aman!" Lelaki itu mengacak rambut istrinya dan melepas jaket. "Kita harus kembali ke Jakarta siang ini tapi, kamu gak apa-apa?" "Eh, kok gitu! Emang kenapa?" Alvaro menyugar rambutnya kasar. Dia menatap sang istri dan melambaikan tangan pada gadis itu. Menyuruhnya untuk duduk di pangkuan. Airish menurut, dia melingkarkan tangannya di leher sang suami. "Sidang kasus Amer ditunda lagi, katanya ada masalah sama pengacaranya atau apa gitu!" "Loh, kan Om Amer udah mati!" "Tapi kasusnya tetap diselidiki, Sayang. Polisi curiga ada orang lain dibalik semuanya!" "Lalu, em ... Tante Siera bagaimana?" Airish bertanya takut-takut. Alvaro menghela napas panjang.

