"Halo, Beb. Gimana kabar kalian?" Airish sangat senang ketika salah satu sahabatnya di kampus menelefon. Padahal biasanya mereka akan sibuk dengan kegiatan di kampung saat liburan semester seperti sekarang. "Sehat, dong. Kamu di mana? Ke kosan gih, aku pengen curhat!" Suara di seberang terdengar sendu. Airish mengeryitkan dahi, tidak biasanya Elni mau curhat. Dia sendiri seringnya yang curhat sama gadis itu, tapi kenapa sekarang berbalik? Wanita itu menarik napas panjang, lalu menghembuskan pelan. "Aku masih di Jogja, nanti setelah pulang aku langsung ke kosan kamu deh!" "Loh, ngapain di Jogja?" "Biasa. Buang duit!" kelakar Airish. Gadis di seberang telefon ikut tertawa. Elni mengusap sudut matanya. Apa mungkin dia tega menceritakan pada Airish tentang kehamilan ini? Mengingat aya

