"Kamu mau ngejar cewek itu? Percuma! Airish tidak akan berhenti hanya untuk mendengarkan penjelasan yang tidak masuk akal." Dhenis membalikkan badan, dia melihat gadis dengan celana jins pendek dan jaket hodie berdiri di depannya. Siska. Gadis yang beberapa hari lalu menemuinya dan chek in di hotel. Gadis yang dia tahu juga mempunyai perasaan lebih kepadanya. "Kamu bisa bilang gitu, tapi aku gak akan pernah mau melepaskan Irish. Dia hanya boleh menikah denganku!" Dhenis melihat tubuh Airish yang sudah tertutup lalu lalang orang. "Come on! Kamu terlalu berharap lebih, Dhenis! Lelaki seperti kamu bukan tipenya sama sekali. Apa lagi dia sudah tahu kelakuan kamu di belakangnya." "Ya. Dan semua gara-gara kamu!" Setelah mengatakan itu, Dhenis pergi dari hadapan Siska. Dalam hatinya tetap me

