"Ini adik kamu? Kok kamu gak pernah bilang kalau punya adik perempuan!" Seira mengulurkan tangannya. Dia menyambut kedatangan Alvaro dan Airish. "Hai, Dek. Aku Siera, pacar kakak kamu!" ujarnya dengan riang. Alvaro meraih pinggang sang istri, lalu menoleh dan menatap gadis di pelukannya. "Dia istriku!" ujarnya mantap. Tangan yang tadi terulur memperkenalkan diri, kini lemas tanpa tenaga. Apa yang baru saja Alvaro bilang? Istri? Lelakinya sudah punya istri? Siera berpegangan pada pinggiran sofa, lalu duduk dan memastikan bahwa kalimat yang dia dengar bukan mimpi. Selama dia berjuang di negeri orang, menjadi yang terbaik di antara yang paling baik ternyata di sini Alvaro sudah menduakannya dengan orang lain? Waw, keren sekali. "Kamu benar-benar tidak bisa menungguku, Varo?" tanya Sier

