Happy Reading
Hari hari berlalu, tak terasa hari pengumuman kelulusan akhir semester keluar. Hari itu juga merupakan hari wisuda bagi para mahasiswa tingkat akhir. Itulah yang sekarang dilakukan oleh Kaila dan Davira. Sedari tadi mereka duduk di taman dekat fakultas mereka untuk menunggu pengumuman itu.
"Kai, apa kau enggak datang di acara wisudanya Kak Irsyad?" tanya Davira
Kaila yang sedang melihat ponselnya langsung melirik Davira.
"Ngapain aku ke sana? Aku enggak peduli juga," jawab Kaila
"Hmm, apa kau masih enggak menerima permintaan maaf dari Kak Irsyad?" tanya Davira
"Aku maafin kok. Tapi untuk kembali padanya, tentu aja aku enggak mau. Kau tau kan Arcel sekarang cukup protektif pada diriku karena Irsyad yang mulai mendekatiku lagi," timpal Kaila
"Iya juga sih. Kalau menerima maaf sih kau pasti terima. Lah ini, Kak Irsyad kayaknya ingin mendekatimu lagi setelah mengetahui ke usulan dari Kak Dianti," balas Davira
"Iyah, kayaknya Irsyad udah enggak peduli lagi dengannya. Tapi tetap aja aku enggak mau balik pada cowok kayak dia itu. Aku udah tau bagaimana sifatnya itu," komentar Kaila
"Bener. Aku sih juga ogah walaupun Kak Irsyad itu tampan. Aku lebih memilih cowok dengan sikap yang baik dibandingkan ketampanannya. Oh ya, bagaimana keadaan Kak Dianti sekarang?" tanya Davira
"Sejak kejadian itu terungkap, Kak Dianti lebih memilih untuk keluar dari rumah. Aku juga belum melihatnya lagi sejak kejadian itu. Papa dan Mama juga mengajakku kembali ke rumah karena mereka udah tau yang sebenarnya," jelas Kaila
"Terus bagaimana? Kau mau kembali?" tanya Davira
Kaila menggelengkan kepalanya.
"Aku enggak mau. Aku lebih suka tinggal di apartemen aja. Lagipula di rumah sepi. Mereka sering keluar untuk mengurusi pekerjaan mereka," papar Kaila
"Hmm, kau juga senang kan. Dengan begitu kau dan Kak Arcel bisa sering ketemu walaupun sampai larut malam," komentar Davira
Kaila melebarkan matanya terkejut.
"Davira! Ngaco banget sih! Aku enggak punya pemikiran kayak gitu yah," keluh Kaila
"Alahh, bilang aja enggak apa-apa kok. Siapa tau aku bisa cepat mendapat keponakan," tutur Davira
"Davira! Berhenti memikirkan hal seperti itu. Kau ini ternyata enggak polos juga yah," keluh Kaila
"Ihh, aku emang enggak terlalu polos seperti yang orang liat hanya karena aku memakai kaca mata," balas Davira
DIBERITAHUKAN KEPADA SELURUH MAHASISWA TINGKAT ENAM. PENGUMUMAN HASIL NILAI IPK SUDAH BISA KALIAN LIHAT DI WEB UNIVERSITAS. BAGI YANG MENDAPAT NILAI TERTINGGI HARAP SEGERA DATANG KE RUANG REKTOR!
Kaila dan Davira saling pandang. Mereka segera membuka ponsel mereka dan mengunjungi lama Web universitas mereka. Pada bagian atas web itu, terpampang jelas judul pengumuman kelulusan nilai IPK.
Segera mereka meng-klik pengumuman itu. Detik berikutnya Kaila dan Davira saling pandang dan terkejut. Serentak mereka langsung memeluk tubuh mereka satu sama lain.
"Alhamdulillah, Kai. Akhirnya berhasil juga!" pekik Davira
"Iya, Davira. Aku enggak nyangka banget. Nilai IPK itu sangat tinggi," tutur Kaila dengan air mata yang sedikit keluar.
"Ini adalah hasil kerja kerasmu selama ini. Kau berhak mendapatkannya, Kaila. Aku turut bahagia untukmu," timpal Davira dengan wajah sangat bahagia.
"Makasih yah Dav. Kau mendukungku selalu. Nilaimu juga tinggi," balas Kaila
"Selamat yah Kaila"
Kaila dan Davira segera menoleh pada sosok Andhira yang berjalan ke arahnya disusul oleh Irsyad. Kaila memberikan senyuman tipis.
"Sama-sama"
"Emm, Kaila. Bisakah aku meminta satu permintaan terakhir padamu. Mungkin setelah ini kita akan jarang bertemu," pintar Irsyad
"Apa itu?"
"Aku ingin kita berfoto berdua untuk terakhir kalinya. Aku hanya ingin menyimpan kenanganku bersama denganmu. Bisakah?" pinta Irsyad
Kaila nampak berpikir terlebih dahulu.
"Kai, enggak apa-apa kali. Kan cuma foto aja," bisik Davira
"Emm, baiklah. Cuma foto aja kan?" tanya Kaila
"Iyah"
"Biar aku yang mengambil foto kalian," celetuk Andhira
Irsyad langsung memposisikan dirinya di samping Kaila. Detik berikutnya Kaila terkejut karena Irsyad yang merangkul bahunya.
"Makasih yah Kai. Semoga kita bisa bertemu lagi lain waktu. Aku pamit," ucap Irsyad seraya pergi dari hadapan mereka semua.
Kaila sedikit merasa kasihan dengan Irsyad. Mungkin jika fitnahan itu tidak ada, dia dan Irsyad masih bersama sekarang. Tapi, Kaila juga tak menyesali kejadian ini. Dengan kejadian ini, dia jadi mengenal sosok Arcel yang sangat menyayanginya.
"Aku juga pamit yah Kaila. Selagi lagi, selamat atas nilaimu. Aku permisi," pamit Andhira juga.
Davira menatap Kaila yang tengah tersenyum sendu.
"Kai, kita segera pergi ke ruang rektor aja yuk," ajak Davira
"Iyah. Ayo"
Mereka berdua segera berlalu menuju ruang rektor.
***
"Aku enggak nyangka kalau akan ada hadiah dari rektor untukmu. Wah, kau benar-benar harus mentraktirku nanti," komentar Davira pada Kaila begitu mereka keluar dari ruang rektor.
"Aku juga enggak tau. Semester kemarin kan enggak ada," timpal Kaila
"Kaila!"
Kaila dan Davira segera menoleh pada seseorang yang tengah melambaikan tangannya di area parkiran. Kaila tersenyum lebar pada orang itu dan segera berlari ke arahnya.
"Arcel!"
"Hai, sayang. Selamat yah atas nilaimu yang tinggi. Aku udah menduganya kalau kau pasti berhasil. Aku seneng banget tau," ucap Arcel
"Iyah, malasih yah Arcel. Ini juga berkatmu yang mengajariku selalu," balas Kaila
Davira tersenyum haru melihat kebersamaan Kaila dengan Arcel. Ia sangat berharap agar Kaila, sahabatnya itu, selalu diberikan kebahagiaan.
"Bagaimana untuk merayakannya kita makan di luar aja?" tawar Arcel seraya melepas pelukan itu.
"Boleh. Tapi ajak Davira juga yah. Aku udah janji dengannya," timpal Kaila
"Boleh kok sayang," balas Arcel mengelus rambut Kaila.
Kaila segera berbalik dan menarik tangan Davira.
"Kau ikut kita makan di luar yah," ajak Kaila
Davira sedikit terkejut dengan ajak itu.
"Eng-Enggak perlu Kai. Kalian berdua saja yang pergi. Aku bilang minta traktir, bukan berarti kau harus mentraktirku sekarang. Kalian berdua aja yah," tolak Davira canggung.
Tentu saja ia akan sangat canggung jika berada di antara pasangan kekasih ini. Bisa-bisanya ia akan jadi obat nyamuk nanti.
"Enggak apa-apa Davira. Ini juga cuma makan biasa bukan makan yang romantis. Aku hanya mengajak makan, lagipula ini udah hampir siang hari. Kalian pasti lapar karena menunggu pengumuman daritadi," jelas Arcel
"Nah, Davira ayo ikut yah. Please," pinta Kaila dengan wajah memohon.
Davira sedikit terkikik karena wajah Kaila yang lucu.
"Okey, aku mau," celetuk Davira
"Oke, ayo pergi!" pekik Kaila
Arcel tersenyum gemas melihat tingkah Kaila yang lucu. Bisa-bisa ia diabetes karena sikap Kaila itu.
***
Mereka segera memasuki sebuah restoran yang sedang vital di kalangan anak muda. Restoran bernama 'Rich and Smooth' adalah tempat makan bergaya trendi yang sedang banyak dikunjungi oleh para anak muda di wilayah Jakarta.
"Kalian mau pesan apa?" tanya Arcel
"Emm, pesan yang paket dua aja nih. Enak kelihatannya," ujar Kaila seraya melihat buku menu.
"Iya juga sih. Aku juga pesan yang itu aja," balas Davira
"Okey, saya pesan empat yang paket dua ya Mba," ucap Richard
"Baiklah, silahkan ditunggu yah."
"Arcel, kok pesan empat sih? Kita kan cuma bertiga?" tanya Kaila yang terheran.
"Aku lupa memberitahumu. Temanku yang pernah kamu liat di apartemen itu. Dia ingin datang ke sini juga," jelas Arcel
"Ohh, begitu"
Tak lama kemudian pesanan mereka datang bersamaan dengan datangnya teman yang Arcel maksud.
"Hai Bro. Aku datang."
Richard dan Kaila tersenyum kala melihat orang itu mendekati meja mereka. Berbeda dengan satu orang yang nampak sangat terkejut dengan kehadirannya.
"To-Tony?!"
Tony menoleh pada seseorang yang memanggilnya. Detik berikutnya ia juga terkejut dengan wanita yang duduk di samping Kaila.
"Vi-Vira?!"
Richard maupun Kaila dibuat bingung dengan interaksi antara Tony dan Davira. Apa mereka saling kenal?
Quote of the day:
Pada akhirnya kau akan datang lagi setelah sekian lama menghilang. Entahlah, apa perasaanmu masih sama seperti yang dulu.
~TBC~
Bagaimana dengan chapter ini???
Semoga kalian makin suka yah dengan cerita ini!!!
See you in next chapter!!!