Happy Reading
Pagi yang sangat cerah mengawali hari dari sepasang kekasih yang tengah bersiap pergi. Nampak wajah penuh kebinaran dari si wanita. Ia melihat kembali barang-barang yang diperlukan.
"Apa enggak ada yang ketinggalan lagi, Kaila?" tanya si pria seraya memakai arloji di tangannya
"Enggak ada. Kayaknya udah semua deh," jawab Kaila dengan senyuman.
Senyuman itu dibalas dengan usakan lembut di kepalanya.
"Kalau begitu, ayo kita berangkat. Jam penerbangan kita tinggal satu setengah jam lagi," papar si pria yaitu Arcel seraya melihat arloji yang ia kenakan.
"Ayo!" pekik Kaila seraya menarik kopernya keluar dari dalam apartemennya.
Kaila dan Arcel menaiki sebuah taksi online menuju bandara. Seperti janjinya Arcel, ia akan membawa Kaila berlibur ke Bali. Selain karena untuk menghadiahi Kaila atas pencapaiannya, Arcel juga mengajak Kaila ke Bali dengan tujuan agar Tony bisa banyak memiliki waktu bersama Davira.
Taksi online itu berhenti tepat di depan bandara Soekarno-Hatta setelah memakan setengah jam perjalanan. Arcel menuntun Kaila keluar. Dengan sigap membantu Kaila membawakan koper miliknya.
"Arcel, biar aku aja yang bawa. Kamu udah bawa barangmu," tahan Kaila saat Arcel membawa kopernya.
"Udahlah, sayang. Enggak apa-apa. Ayo, kita harus cepat," timpal Arcel tersenyum lembut.
Kaila hanya bisa menghela napas pasrah. Kalau Arcel sudah seperti itu, pasti akan selalu seperti itu. Dia cukup keras kepala. Tapi, ia merasa sifat keras kepala Arcel juga mirip dengannya. Hal itu membuatnya menggelengkan kepalanya.
Setelah melakukan boarding pass, mereka segera duduk di ruang tunggu untuk menunggu panggilan menaiki pesawat. Tak lama kemudian suara pemanggilan itu terdengar juga. Arcel langsung memegang tangan Kaila agar tak tertimbun dalam kerumunan orang-orang. Sungguh, tubuh Kaila yang mungil menurutnya akan cepat hilang di tengah keramaian orang.
Setelah berhasil menaiki pesawat berjenis Garuda Indonesia, mereka menduduki kursi milik mereka. Kaila jadi sedikit terheran.
"Kenapa kamu pesan yang VIP? Kenapa enggak bisnis, atau yang ekonomi aja gitu?" tanya Kaila saat sudah duduk di kursinya.
Arcel tersenyum maklum.
"Enggak apa-apa kali, Kai. Kan lebih baik yang VIP aja sekalian," timpal Arcel
"Tapi kelas VIP cukup mahal tau," keluh Kaila dengan bibir yang ia kerucutkan.
Arcel tersenyum sambil mengelus rambut Kaila pelan.
"Udah ya, pacarmu ini ada uang kok. Kalau tiket VIP aja enggak bisa kupesan, bagaimana caranya aku melamarmu nanti?" papar Arcel dengan tatapan sedikit menggoda.
Kaila melebarkan matanya mendengar perkataan Arcel. Rasa panas mulai menjalar di pipinya karena mendengar gombalan dari pacarnya itu.
"Arcel! Apaan sih?! Gombal deh," keluh Kaila seraya mengalihkan pandangannya. Kaila menggembungkan pipinya karena rasa malu. Padahal sebenarnya ia juga menyukai hal itu.
Arcel terkikik karena Kaila yang nampak malu. Namun, seketika tawaan itu berhenti ketika ia menoleh ke samping Kaila. Seorang pria nampak melihat Kaila dengan tatapan m***m. Hal itu membuat alarm waspadanya muncul.
"Kaila, kamu pindah ke sini," celetuk Arcel dengan nada sedikit dingin sambil tetap memandangi pria itu.
"Loh? Emang kenapa?" tanya Kaila bingung.
"Pindah aja," tegas Arcel menatap Kaila serius.
Melihat tatapan Arcel yang seperti itu membuat Kaila lebih menuruti keinginan Arcel. Setelahnya Arcel duduk di tempat kursinya Kaila. Ia langsung memberikan tatapan tajam pada pria m***m itu.
Pria m***m itu gelagapan karena ketahuan mengganggu pacar orang lain. Buru-buru ia alihkan pandangannya dari Arcel. Sungguh, tatapan itu membuatnya langsung merinding. Melihat wajah ketakutan dari pria m***m itu membuat Arcel tersenyum miring dan menatap ke depan.
"Badan aja yang besar seperti singa, tapi keberanian kayak kucing," gumam Arcel
"Ada apa Arcel?" tanya Kaila
"Hm? Enggak kok. Kamu tidur aja dulu. Lagipula pesawatnya lagi bentar terbang," ujar Arcel mengarahkan kepala Kaila di pundaknya.
Kaila pun mengangguki hal itu. Ia mulai menyamankan kepalanya di bahu Arcel yang kokoh. Tak terasa ia cepat tidur karena memang dari kemarin malam ia tak bisa tidur.
Selain karena rasa girangnya karena diajak liburan oleh Arcel, ia juga masih memikirkan keadaan Davira. Kaila berharap kalau Davira dapat mengambil keputusan yang paling baik menurutnya.
Arcel tersenyum melihat wajah polos Kaila yang tengah tertidur. Wajahnya yang cantik itu selalu membuat degup jantung Arcel menggila. Inilah alasan Arcel mengajak Kaila berlibur. Ia ingin membuat Kaila tenang setelah begitu banyak masalah yang terjadi.
***
"Kai? Kaila, ayo bangun," ucap Arcel menepuk pelan pipi Kaila.
"Hoamm"
Kaila mengerjapkan matanya dengan lucu hingga membuat Arcel harus terkekeh geli. Kaila seperti anak bayi ketika bangun.
"Udah nyampe yah?" tanya Kaila dengan mata yang masih sedikit terpejam.
"Belum, lagi bentar pesawatnya akan menepi," jawab Arcel
"Ohh begitu," ujar Kaila meregangkan tubuhnya.
Benar saja, tak lama kemudian keluar pengumuman kalau pesawat akan segera menepi.
***
"Huaa, bagus banget pantainya!" pekik Kaila saat membuka pintu balkon kamar hotel tempat mereka menginap.
Hotel yang bernama Sofitel Bali Nusa Dua Resort ini terletak di depan pantai indah Nusa Dua. Pantai yang menjadi incaran para kaum turis lokal maupun mancanegara.
'grep'
Kaila terkesiap begitu sebuah lengan kekar memeluknya dari belakang. Siapa lagi pelakunya kalau bukan Arcel.
"Suka enggak?" tanya Arcel memandangi wajah Kaila.
"Suka banget. Ini indah, Arcel. Makasih yah," jawab Kaila seraya mengecup pipi Arcel.
"Hmm? Kok di pipi aja sih kecupnya. Di sini juga dong," keluh Arcel seraya menunjuk bibirnya.
Hal itu sontak membuat Kaila malu. Namun, dengan cepat ia mengecup bibir tebal Arcel. Arcel tersenyum senang karena Kaila mengecup bibirnya.
'kring-kring'
Perhatian mereka teralih pada suara ponsel milik Arcel. Arcel pun melepas pelukan itu dan mengambil ponsel di dalam saku celananya.
"Bentar yah sayang. Ya, halo. Ada apa?" tanya Arcel setelah mengecup kening Kaila.
Kaila pun ikut masuk ke dalam kamar hotel dan menutup pintu balkon itu. Ia melemparkan tubuhnya di atas ranjang yang empuk itu. Baru sekarang ia merasakan kelelahan dari perjalanan mereka. Hal itu membuatnya jadi malas untuk bangun kembali.
"Loh?! Kok malah tidur sih?" gumam Arcel ketika baru memasuki kamarnya lagi.
Arcel menggeleng-gelengkan kepalanya sambil mendekati Kaila.
"Kai! Kai, ayo bangun," ujar Richard menggoyangkan sedikit bahu Kaila.
"Enghh, bentar dulu. Aku ngantuk," ujar Kaila dengan serak.
"Kai, kamu bilang mau mandi dulu. Ayolah, lagipula kamu belum makan dari siang. Ini udah malam tau," papar Arcel
"Nanti aja! Aku masih ngantuk ini," tolak Kaila menghempas tangan Arcel.
Arcel bangkit dari duduknya. Dengan cepat ia menggendong tubuh Kaila seperti mengangkat karung.
"Ahh! Arcel!" pekik Kaila saat tubuhnya menyentuh air yang dingin namun wangi itu.
Kaila baru menyadari kalau ia sudah ada di dalam bathup. Ia menatap Arcel yang juga menatap serius padanya.
"Ihh, Arcel! Rese banget sih!" keluh Kaila mempoutkan bibirnya.
'cup'
"Sekarang kamu mandi dulu yah, sayang aku akan menunggumu di luar. Ingat! Jangan tidur lagi," tegas Arcel seraya keluar dari dalam kamar mandi.
Namun, Kaila sekarang dalam mode terkejut setelah bibirnya dicium oleh Arcel. Walaupun mereka terkadang sering melakukannya. Tetap saja, rasa gugup itu tetap ada dalam dirinya. Buru-buru Kaila segera membersihkan tubuhnya setelah menyadari kalau perutnya berbunyi.
***
Saat keluar dari kamar mandi, Kaila tak menemukan sosok Arcel di kamar itu. Segera Kaila mengganti pakaiannya dengan dress warna biru dongker.
Baru ia selesai memakai dress-nya itu, suara pintu yang terbuka terdengar. Ternyata itu Arcel.
"Uhh, istriku cantik banget yah," puji Arcel
"Arcel! Goda terus yah," protes Kaila dengan mata yang melebar.
"Haha, ya udah. Ayo kita keluar untuk makan," ajak Arcel menarik tangan Kaila keluar.
Mereka memilih salah satu restoran di dekat pantai Nusa Dua itu.
***
"Ahh, perutku kenyang banget," celetuk Kaila seraya memegangi perutnya yang serasa begah saja.
"Syukurlah, kamu mau makan banyak. Kemarin-kemarin enggak mau aku suruh makan banyak," timpal Arcel
Kaila cengengesan.
"Saat itu aku sibuk kan dengan ujianku. Jadi waktu makan enggak terlalu kuperhatikan," jelas Kaila
"Hmm, ya udah. Kamu ganti aja pakaianmu duluan," ujar Arcel
"Okey"
Setelah mereka berdua telah selesai mandi. Waktunya mereka untuk tidur supaya amunisi mereka untuk berjalan-jalan besok ada.
"Selamat malam, Kei."
"Malam juga Arcel."
Quote of the day:
Aku menyukai segala hal tentangmu. Jadi jangan menutupinya karena kamu itu sempurna.
~TBC~
Bagaimana dengan chapter ini???
Jangan lupa untuk love dan comment nya reader!!!
See you in next chapter.