Bab 29| Mantan Meresahkan

1150 Kata

Mobil melaju perlahan membelah jalanan kota yang masih belum terlalu padat. Matahari pagi menyorot lembut dari balik kaca depan, tapi suasana dalam mobil terasa agak… dingin. Aluna duduk di kursi penumpang, memeluk tas kecil di pangkuannya. Biasanya, dia akan bercerita panjang lebar soal konsep syuting, kostum, atau ide konten baru. Tapi pagi ini, dia lebih banyak diam. Matanya menatap ke luar jendela, seolah-olah mencari jawaban dari pantulan gedung-gedung yang berlalu. Reza melirik sebentar, lalu menyender sedikit ke kemudi. “Kamu ngantuk?” tanyanya ringan. Aluna tersentak kecil, lalu buru-buru tersenyum. “Enggak, kok.” Reza tertawa pelan. “Kok diem banget? Biasanya belum keluar komplek juga udah ngoceh tentang mau gaya gimana, ngambil angle mana…” Aluna berusaha tertawa juga, tapi

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN