BAB 9 Mengambil Alih Kembali.
Tuan Wong memanggil Dokter Jimmy Langsung dari markasnya dengan helikopter Sebab di bukan Hanya Daniel yang di Obati nya banyak Pasien percobaan Sang Ayah tuan Philip di sini.
Daniel berteriak-teriak memegang Kepalanya, Entah Apa yang terjadi Hak ini Bisa Terjadi,Jimmy telah tiba di Kediaman Daniel dan Langsung Memasangkan selang Infus dengan Menyuntikan Sebuah Serum Lama- kelamaan Daniel Menenang dan tertidur.
“Apa yang Membuatnya Seperti Ini..?” Tanya Jimmy Pada tuan Wong.
“Maaf sebaiknya Dokter Tanya Sendiri Pada Tuan Daniel,ini Bukan Wewenang Saya..!” Ucap Tuan Wong.
“Hem, Sungguh Anjing Yang Setia Pada Tuannya Bahkan Tutur katanya Harus Minta Persetujuan Tuannya ..!” Ucap Jimmy Sarkastik.
“bukankah Kau Juga Jimmy...!” Balas Tuan Wong.
“Kau Benar, Kita Di Industri Yang sama, bedanya Aku yang menentukan Hasil Pemeriksaanku,Sedangkan Kau menuruti Perintahnya ...hahhhaaa....!”
Begini Lah Lelucon Para Antek Daniel Kalau saling Bertemu,mereka seperti Saling Mengejek kepatuhan Mereka Bernostalgia lalu Mabuk bersama-sama.
Semen-tara Daniel, Masih tidur Terlelap di Ranjangnya dengan Infusan dan cairan Serum yang memang telah lama di berikan Padanya entah itu serum apa...?
“Tuan Wong, Kau tau Apa Saja Yang di Lakukan Daniel Saat ini...?” Tanya Dokter Jimmy.
“Hem, Ia Hanya sedang Mengejar gadis ...Hahahha....!” Ucap Tuan Wong Saat Mabuk Ucapannya menjadi Ngaco dan Tak beraturan.
Jauh di Kediaman Renata, Ia Sedang Meringkuk Sesenggukan Sangking Senangnya Ia mendapat kan pinjaman Ini, Ia tidak percaya Rencana Nya Mengulur waktu Sebulan Hanya dI Lakukannya Kurang dari Tiga minggu.
Renata Sangat Senang Sekali, Rasa senang dan Sangat bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa Bahwa perusahaan Milik Ayahnya Tidak Jadi Bangkrut dan Bisa Di Pertahankannya.
KEESOKAN HARINYA.............!!!!
Renata Tidak Mengabari Tuan Gunawan dan Istrinya Ia Hanya Langsung berangkat Masuk menuju MG groups bersama Sang Pengacara Nona Tania dan Tangan kanannya Pak Sudin
Sesampainya di Perusahaan Seluruh Karyawannya memberikan Hormat pada Renata, Sebab Kini Mereka Tau Siapa Pemilik Sebenarnya Bukan Tuan Gunawan.
"Selamat Pagi Bu Renata...?" Ucap Resepsionis di Lobby kantornya.
"Selamat Pagi..!" Saut Renata.
Selamat Pagi Bu Renata, Anda Mau Kemana Hari ini..?" Tanya Petugas Lift.
"Langsung Menuju Kantor ku...!" Jawab Renata.
Petugas Lift pun Memencet tombol lantai Paling Ujung di Gedung Ini Dan Itu adalah Lantai Pimpinan Utama, Bukan Ruang Rapat Direksi Di lantai Sebelumnya.
Seorang Mata-mata Tuan Gunawan Seorang Petugas Kebersihan Gedung ini, Ia Mengabari Tuan dan Nyonya Gunawan Bahwa Nona Renata kini Ada Di Perusahaan Bersama Pengacara nya dan Tuan Sudin.
Tuan Gunawan sangat Terkejut Mendengar nya, Hendak Apa, Renata di Perusahaan sebab Ia Merasa Bahwa Perusahaan Ini adalah Milik nya, dan Renata Hanya. Seorang pengganggu Kecil, yang masih amatir dan dengan banyak bicara Saja.
Renata meminta Tim Audit Untuk datang, dan Seluruh Pimpinan Anak Cabang Ini Datang semua, Mereka Satu Persatu Berdatangan Sebab Mereka Tau Bahwa Renata Adalah Putri Semata wayang Mendiang Tuan Miller.
"Apa yang bisa kami bantu Bu Renata...?" Tanya Salah Seorang Menejer.
"Begini, aku telah meminta 30 hari untuk mendapat dana pinjaman itu untuk kelangsungan Perusahaan ini.
Dan kalian harus tau, Kalau Isi taruhan itu Tuan Dan Gunawan Beserta Antek2 nya Turun , sebab Mereka Terlalu Lama bercokol mengeruk kekayaan Perusahaan semaunya.
Berdasarkan itu dan Hak ku Sebagai Satu-satu pemilik Perusahaan Ini, keluarkan Semua Investasi dan Dividen Tuan gunwan dari Perusahaan Ini, Buat Pengumuman di Media Tentang MG Groups mendepak Tuan Gunawan dan Anak Buahnya, aku tidak ingin ada Benalu lagi di Perusahaan ku...!!" Ucap Renata dengan Tegas.
Betapa Terkejut seluruh Menejer yang Hadir di Ruangan ini dan para Tim Audit, Ternyata Putri Tuan Miller lebih Kejam Dari kelihatannya Bahkan Orang Sekaliber Tuan Gunawan di depaknya.
"Baik-baik Bu Renata Akan Kami Lakukan Transfer Dana Ke akun Tuan Gunawan..!" Ucap Beberapa Menejer Keuangan itu.
Tuan Gunawan Belum Tau Apa Yang di Lakukan Renata, Ia Hanya Tau Kalau Anak Tuwn Miller ini berkunjung Saja Hendak Menunjukan taringnya yang Tidak Tajam, Menurutnya.
Sementara Ia Sendiri Sedang Sibuk dengan Kata Broker mengenai Sahamnya Yang Anjlok di Bursa dan Pasar dunia, Tanpa Mereka Tau Itu adalah Perbuatan Daniel.
"Mau apa Jalang Kecil Itu Ke Perusahaan Pah...? Tanya Nyonya Gunawan.
"Mau apa lagi kalau bukan Ingin Menunjukan Bahwa dia Adalah pemiliknya, Sungguh Lucu Putri David Itu sangat Bodoh seperti dirinya, Mereka Tidak Pernah Tau Kalau Ini Semua Ulah kita..Hahahaha....!" Ejek Tian Gunawan.
"Ayah Sebaiknya Jangan Senang Dahulu Bagaimana Kalau gadis itu dapat Memberoka suntikan Dana dari Dana Kosong yang Ayah Ambil Itu Kan..?" Ucap Jonatan.
"Lancang..., Beraninya Kau Berkata begitu Pada Ayahmu..?" Ucap Nyonya Gunawan.
"Ibu...? Tidak Bisakah Kalqin menjadi Ornag Jujur lalu Untuk Semua Itu Ayah ..? Ibu aku takut Kelak Putri Tuan David Mengetahuinya...!" Ucap Jonatan.
"Kami Melakukan ini demi Keberlangsungan keluarga Kita Dan Kau Sebagai Pewaris kami..!" Ucap Nyonya Gunawan.
"Ibu..Aku tidak Ingin Warisan dari Hasil merebut Harta Orang lain, Bukan kah Kekayaan Kita Juga banyak...?" Tanya Jonatan.
Mereka Tidak Pernah Tau Kalau Ini Semua di lakukan Sang Ayah dan Ibunya adalah Demi Menutupi Hutang Judi Tuan Gunawan Di Luar Negri dan Itu Sangat banyak.
Sedangkan Jonatan Hanya Seorang pemuda Yang Baik Dan Selaku Sederhana dan Simpel tidak Bertele-tele yang Kebetulan lahir di Keluarga Tuan Gunawan yang Rakus sebagai Anaknya.
Akhirnya Mereka Berdua Sepasang Suami Istri Ini Tidak Jadi Pergi Ke MG Groups hanya Berkutat dengan Angka Saham Mereka Yang Sakin Anjlok Turin menukik dan Hampir Membuat Mereka Kehilangan Seluruh Uangnya.
Daniel Sangat terkejut Ternyata Renata Seberani ini Langsung Memvonis dan Mendepak Tuan Gunawan yang Licik Ini Keluar dari MG groups.
Daniel Langsung Mengerahkan Anak Buahnya Berjaga di Sekitar Renata tanpa di Ketahui nya, Sebab Insting Daniel Sangat Peka.
Ia Tau Kelak Tuan Gunawan dan Sang Istri Akan Mencelakainya Entah Kapan Itu terjadi.
"Tuan Wong Jimmy Bantu aku,, !" Ucap Daniel.
Meski Ke adaan nya Sedang Tidak Sehat Tapi Tujuan Danile adalah. perusahaan Renata dan MG groups.
"Hei Sobat kau batu Saja Sadar dan Langsung memantau gadismu...?" Ucap Jimmy.
"Kau mau Bantu aku atau Tidak , Aku bisa Membukanya sendiri .!" Saut Daniel.
"Ya Tuhan, Kau bisa Terkena Alzaimer Daniel Kalau Kau Masakan ini semua..!" Ucap Jimmy.
"Berhentilah Seperti nenek-nenek Jimmy,. kepalaluasih pusing..!" Ucap Daniel.
"Baiklah-baiklah terserah Kau Saja....!" Ucap Jimmy yang Pasrah dengan sifat Tempramental Danile ini.
Entah Mengapa Daniel Begitu Terobsesi pada Renata, Seharusnya mencari Tau Penyebabnya. Apa..?