Teman Baru Renata

965 Kata
BAB 8  Teman Baru Ranata.   Setelah tanda tangan Selesai Renata Seakan Melunglai Tubuhnya Gontai, dan Langsung Di tahan kevin. “Nona Renata,anda baik-baik Saja..!” “oh, terima kasih  Tuan Kevin Saya hanya Belum sarapan Saja..!” Saut Renata. “Syukurlah, Anda Baik-baik Saja...!” Ucap Tuan Subrata.   Jauh di balik Layar, Daniel tau apa yang di Rasakan Renata Pasti ia agak Lega dapat Mempertahankan  perusahaan Ayahnya ini.   “Ha-ha-ha,Ternyata Gadisku mudah tergugah Aku  tau kau pasti Sangat Lega, Mendapatkan pinjaman ini, tapi ku berita tau Sayang, uang 20 milyar Ini Sangat murah kuberikan padamu sebagai pembelian perusahaan mu Itu yang harganya Ratusan mikyar Dollar...!” Ucap Daniel dalam kemenangan nya, Sebab Siasatnya berhasil.     Kembali Pada Renata yang Masih duduk di Ruang Rapat, Tuan Subrata telah meninggalkan Ruang Rapat Ini tinggalah Pak Sudin, Nona Tania pengacaranya dan Tuan Kevin Perwakilan Bank ini.     “Nona Renata Anda Berkata Belum Sarapan, Bisakah Saya mengajak Anda ke kantin Kami Untuk Sarapan...?” Ajak Kevin. Tania dan Tuan Sudin Saling bertatapan Melihat Ajakan Pemuda Ini yang Begitu Berani Pada Nona mereka ini, Sebab Mereka berdua tau Renata Gentar bukan Karena Sarapan Tapi,Ia Baru Tenang setelah pinjaman Ini Berhasil.   Renata pun berfikir Ia harus beramah-tamah dengan Seluruh Dewan direksi Bank Ini, walau bagaimanapun mereka lah pemilik Perusahaan ini, dan ini adalah Asumsi  Renata.   “Baik Tuan Kevin, dengan Senang Hati...!” Jawab Renata. Gayung bersambut Kevin Memerintahkan Agar Semua karyawan tidak ada di Kantin agar Renata Nyaman, makan dengan nya.   Setelah Sampai Di kantin, pak Sudin dan Nona Tania Duduk di meja yang Berlainan Lagi, Agar Sang Nina leluasa berbincang dengan Pemuda Ini, Meski Mereka Curiga.   “Nona Renata Silahkan duduk, mau Makan apa  di sini penuh dengan Menu Ornag Indonesia saja....!” Kevin. “Hemm, Aku  Pesan Bubur ayam Saja, perutku agak Kurang Nyaman...!” ucap Renata. “Ok...!” Ucap Kevin. Setelah itu Mereka makan Sambil berbincang-bincang mengenai  Keadaan Perusahaan Renata. “Nona Renata, maaf Kalau Saya lancang, apakah Perusahaan Multi Nasional Sekelas MG Groups Hendak pailit..? Pernahkah anda berfikir Kalau ini Adalah Spekulasi seseorang..?” Ucap Kevin.   “Tinjauan Anda Sangat Dalam Tuan Kevin, itu Juga yang jadi bahan pertimbanganku, dan penyelidikan ku..!” Ucap Renata.   “Begini Sebenarnya aku hanya salah Satu Pemegang Saham di sini, aku memiliki Perusahaan ku Sendiri Meski  Tidak Sebesar MG Groups tapi Perusahaan ku stabil, Maukah kalau Aku bantu Menyelidikinya Teman..? Ucap Kevin.   “Teman....?” Saut Renata Dalam Kebingungan dan tanda Tanya. “nona Renata jangan berfikiran buruk, saat Ini Kita Kolega bisnis apa salahnya mentambah Teman...?” Ucap Kevin. “Kau benar, Senang berteman dengan mu, aku Renata miller....!” “Aku Kevin handoko....!”   Dari kejauhanan  Pak Sudin Mengamati percakapan Sang nona dari kaku hingga Melunak, dan kini mereka berdua terlihat berjabat Tangan Dan bertukar Kartu Nama. “sepertinya Nona Renata Mendapatkan pengagum baru....!” Ucap Nona Tania. “Benar,Biarkan Nona memiliki Sahabat Lainya ia butuh Teman Berbincang-bincang..!” Ucap Pak Sudin.   Setelah setelah Sarapan Menjelang Makan Siang Ini, Renata pamit undur diri Pada Kevin  teman barunya ini.   Kini Mereka Memiliki Waktu Untuk menyusun Rencana Sebelum Kembali Ke Perusahaan Sebab hari Semakin Siang.   Akan tetapi Pak Sudin dan Nona Tania mengusulkan  hal lain pada Renata Setelah melihat betapa Gentar Renata Saat Selesai menandatangi Surat Perjanjian Tadi.   “Nona Mari kita Ke Anak Cabang MG groups yang tidak masuk hitungan Anak Cabang perusahaan induk , Ini Perusahan Di Mana Tuan David dan Nyonya Mariana  Peruntukan Untuk Membantu Sesama.     “Maksud kalian Apa...? Ayah dan ibu Memiliki Perusahaan Lainnya yang bukan Bagian Dari Perusahaan  induk...?” Tanya Renata. “Benar Nona, Perusahaan Penuh Dengan Orang-orang Pinggiran sebuah Perusahaan  Makanan...!” Ucap Pak Sudin. “Lalu bagaimana Laporan Keuanganya..? Tanya Renata. “Nyonya Mariana Memperhatikan Keuntungannya Untuk Donasi Saja dan Sebagian Di Masukan atas Namamu, Tuan David Sering berkata, Ini adalah Modal awal Saat Semuanya tidak ada Lagi, maka saat keadaan. terkendali Biarkan Ini sebagai Donasi Saja...!” Ucap Pak Sudin.   Renata Sungguh Tidak Faham Maksudnya dan tujuan  dari Ucapan Tian David Ini, ini Perusahaan profit tapi Seperti Non Profit Saja.     Baiklah paman, Apa lagi Yang kau sembunyikan Padaku...? Tanya Renata. “Tidak Ada Hanya ini saja...!” Ucap Pak Sudin.     Kenyataan nya, Pak Sudin Menyimpan  Sebuah Asuransi kematian Milik kedua orang Tua Ranata, Ia telah Di Sumpah Oleh Tuannya Itu, Berikan Saat Ranata  Dalam Keadaan Terpuruk Atau Saat Pak Sudin hendak Meninggal.   Sungguh Seorang Abdi Setia Tuan David dan keluarga nya., pak Sudin Mengabdikan Masa mudanya ini,untuk Keluarga Miller Sebab dahulu Nya Pak Sudin Memiliki Keluarga Yang di Habisi Penjahat Dia Sendiri pun Hampir mati, kalau Bukan Karena pertolongan Tuan David Saat melintasi Daerah Itu, Mungkin kini Pak Sudin Sudah tertulis Dalam sebuah Nisan.   Renata Melihat Perusahaan Yang Berada Di jauh dari Jakarta  itu, ini Sebuah Kota Kecil di Luar Jakarta, Ia Hanya melihat dari jarak Jauh Sebuah Perusahaan Manufaktur Dalam Bidang Makanan Kemasan.   “Cukup Padat Karyawannya, Bagaimana perusahaan Ini Di Sembunyikan. Ayah Paman..?” Tanya Renata. “kau harus tau nona, Tuan dan Nyonya besar itu Sangat Perhitungan Mengenai Kejadian Yang Belum terjadi demi Masa Depan Nona...!” Ucap Pak Sudin.   “Hemm.... Ayah..? Ibu...? Kalian Sangat baik padaku aku berjanji Akan mempertahankan kelangsungan perusahaan yang kalian Rintis dengan Keringat dan darah kalian ini...!” Ucap Renata..   “Kuatlah Nona, Percayalah kau  Akan meraih kebahagiaan mu sendiri Kelak...!” Ucap Pak Sudin. “benar Nona renata, Kuatlah Jalan masih Panjang Jangan gentar, buktinya Tuhan telah menunjukan Jalannya bagi Anda...!” Ucap Nona Tania. Mereka bertiga mengira ini adalah Bantuan Tuhan, mungkin Iya, bantuan Tuhan Melalui tangan Daniel yang Menginginkan lain Pada Renata Saat Ini. Mereka masih Berkutat dengan Kebahagiaan semu ini, dan akhirnya Renata,Tania dan pak Sudin kembali Ke Kediaman Renata.   Setelah itu Supir mengantar Nona Tania pulang Ke Apartemen nya di Bilangan JaKarta Juga,Renata yang Baru Saja Pulang Langsung Naik Ke atas Ranjangnya.   Duduk Sambil Menekuk Kedua kakinya, Memeluk sambil Menyatukan Kedua Kakinya Itu, menaruh Kepalanya di atas Lututnya Sambil Menangis.   Dari balik Layar Daniel melihat Ini entah Kenapa Hatinya Seakan Tertusuk Seakan Ingin Memeluk Ranata, Tapi Setelah Itu Ia  mengalami Sakit Kepala yang hebat dan luar biasa sakit ini. “b******k kenapa Saat Melihat Wanita itu Menangis kepala ku sakit, Sialan...,ada apa dengan Ku...? Ohhh.. Tuan Wong Panggil Dokter Jimmy. cepat....!!!” Pinta Daniel.   Saat ini Teman Daniel Satu-satunya adalah Dokter Jimmy, Ia adakah Seorang Ahli Neorologi dan penyakit Dalam.   Jimmy adalah Sahabat Daniel Yang Mengajaknya berbicara sejak Kecelakaan yang Membuatnya lupa ingatan itu.  
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN