36.

1538 Kata

"Papa sudah siapkan tiket buat kamu berangkat ke Jerman, nggak ada rencana buat kabur lagi, kan?" tanya Suherman Widjaja—ayah Bulan—yang kini berdiri di belakang sang putri, gadis itu duduk di tepian kolam renang dan membiarkan kaki-kakinya basah setelah menyentuh air yang cukup dingin malam ini. "Nggak ada." Bulan sudah sangat pasrah, alasan apa yang membuatnya harus bertahan di Jakarta terus, gadis kecil yang ingin dibawanya ke rumah dan dijadikan adik angkat saja sudah tak ada lagi di dunia. Lalu siapa, Naga? Bulan memejamkan matanya. Haruskah gadis itu kembali yakin tentang Naga dan ikuti perkataan laki-laki itu untuk maju bersama? Bulan hanya tidak ingin semua yang diusahakannya berakhir sia-sia seperti yang sudah terlewat, buktinya Tuhan ambil semua begitu mudah tanpa tersisa, ka

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN