37.

1288 Kata

Tiga puluh menit berlalu sejak Bulan dan Naga pulang dari kediaman Atmaja, Bulan enggan berbicara meskipun Naga melontarkan banyak kata. Gadis itu terus saja bergeming saat Naga membawa mobilnya keliling Bandung, bagi Bulan tak ada lagi yang menarik di matanya, semua seperti abu-abu. Perkataan Rima terus terngiang di kepala Bulan seolah lullaby yang terus terdengar saat mengantar tidur seseorang, sedangkan Bulan ingin lekas lupa, tapi tak bisa. Bulan paham kalau semua orang menganggapnya urakan atau preman sekalipun, gadis itu biasa saja jika temannya yang katakan—bukan Rima, rasanya seperti dicemooh hingga Bulan ingin jadi kutu saja saat itu, Rima sangat menegaskan kalau Bulan tak pantas untuk Naga. Ya, Bulan memang seperti preman yang suka berkelahi, keluyuran malam bahkan mabuk berat

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN