38.

1356 Kata

Suasana keramaian dari sorak-sorai anak-anak panti yang bermain bola sore ini di halaman panti begitu kentara, tapi tak mampu mengusik pikiran Naga yang gelisah berat hadapi berlalunya tiga hari sejak Bulan pulang ke Jakarta. Ia rindu gadis itu, tapi nomornya tak bisa Naga hubungi sama sekali, nomor Bulan sudah tidak aktif lagi. Lantas, harus dari mana Naga tahu kabar Bulan? Inginnya Naga datang ke Jakarta, tapi kesibukannya di Bandung benar-benar mencekik dan tak bisa ditinggalkan. Ia juga begitu takut akan satu hal jika; Bulan benar-benar pergi ke Jerman dan tinggalkan dirinya. Naga merasa jadi laki-laki pengecut yang hanya diam ketika masalah sedang antre untuk singgah, seolah Naga membiarkan masalah terus saja beranak-pinang hingga semakin melebar. Sedangkan ia, seperti tong kosong y

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN