39.

1300 Kata

Laki-laki itu sibuk mencari posisi tidur yang nyaman, beberapa kali ia gerakan tubuh ke segala arah hingga seprai yang membalut ranjangnya berantakan, tapi posisi apa pun sama sekali tak membuat Naga tenang. Ia putuskan beranjak duduk seraya hela napas kasar, ia tak bisa terlelap bukan karena hawa panas menyergap, bukan juga karena sebuah mimpi buruk yang datang. Namun, beban pikiran adalah alasan utama, dan Naga tak bisa enyahkan setiap keresahan yang menguliti tubuh itu. Naga kembali rebahkan tubuh, ia pejamkan mata perlahan berharap kalau kali ini rasa kantuk menghampiri, tapi lagi-lagi berakhir bualan saja. Naga beranjak untuk kedua kali, ia menoleh pada jam weker yang tergeletak di nakas bersanding dengan lampu tidur. Angka masih bergerak pada pukul satu, seharusnya Naga nikmati mimp

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN