Kelopak mata milik Bulan mulai terbuka, mengerjap pelan hingga ia bisa melihat semuanya lebih jelas meskipun masih berkunang-kunang, kepala itu juga menyisakan pening yang sempat menjalar, kini perlahan menyingkir. Empunya beranjak dan amati keadaan sekitar, ia merasa asing dengan ruangan yang disebut kamar itu, setahu Bulan baru kali ini menempatinya. Tubuh gadis itu juga terbalut selimut tebal, tapi tidak ada siapa-siapa selain dirinya. Bulan beranjak turun, ia bernapas lega menyadari tubuhnya utuh dibalut piyama abu-abu sebelum terlelap semalam, artinya Bulan tak alami kejadian apa-apa, bukan? Gadis itu hampiri pintu dan menggerakan kenop, sialnya pintu tak bisa dibuka karena dikunci dari luar. Bulan berdecak sebal. "Lo bawa gue ke mana, Naga? Lo sekarang di mana?" Bulan mundur saat

