41.

1064 Kata

Bulan menutup pintu rumahnya rapat-rapat, ia sandarkan tubuh seraya memasok udara sebanyak-banyaknya. Bulan memutar tubuh, ia dekati jendela sebelum intip sesuatu di depan rumah dari tirai yang disingkapnya, Bulan bernapas lega saat mobil itu akhirnya menjauh pergi, meninggalkan Jakarta sesuai keinginannya. Kenapa tiba-tiba sosok Naga terlihat menakutkan bagi Bulan, kenapa Naga bisa semengerikan dan senekat itu? Bulan tak pernah berpikir jika Naga sampai menculiknya dan membuat orang satu rumah ricuh. "Maafin gue, Ga. Maafin, gue. Tapi gue nggak bisa melanjutkan kita, gue harus pergi, gue nggak bisa lagi di Jakarta. Lo harus bahagia sama siapa pun perempuan itu, jangan gue yang cuma bikin dunia lo porak-poranda." Bulan melangkah gontai hampiri anak tangga, jika ia tak memaksa Naga memulan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN