Bulan berdiri di bawah shower kamar mandi, ia menunduk seraya gerakan tangan kanannya untuk putar kran shower hingga air jatuh menyentuh kepala gadis itu dan terus meluruh basahi keseluruhan tubuhnya. Bulan biarkan dinginnya air shower malam ini basahi tubuhnya, ia sengaja lakukan semua itu. Sejatinya, Bulan tengah frustrasi berat, otaknya pening memikirkan banyak hal yang lebih dominan dengan sebuah masalah, mereka semua seperti pil pahit yang harus Bulan konsumsi setiap hari tanpa bisa menolaknya, dan Bulan lelah. Setiap orang berhak merajut harapan mereka, hanya saja tinggal bagaimana restu dari Sang Kuasa. Sekarang, Bulan rasakan sendiri bahwa setiap harapannya memang takkan pernah dikabulkan, ia yang terlalu berharap hingga jatuh terlalu dalam. Satu per satu sosok yang disayanginya

