*** Naga duduk di sudut lorong rumah sakit, ia menunduk lesu bersamaan keringat yang membasahi tengkuknya. Naga merasa kalau hari ini adalah broken day dalam hidupnya setelah Tuhan ambil dua makhluk penting sekaligus tanpa sisakan satu saja. Pertama, tentu saja Elmira, yang kedua .... Naga kepalkan tangan, ia merasa gagal untuk menjaga dua miliknya sekaligus, ia merasa jadi pecundang paling menyedihkan di dunia. "Dia keguguran." Dialog dari dokter terus memenuhi indera pendengaran Naga seolah suara troli rumah sakit yang didorong atau percakapan orang lain di belakangnya tak mengusik telinga laki-laki itu, kalimat yang terlontar dari bibir dokter menjadi nyanyian paling sendu yang terus berdengung di telinga Naga, dan ia mulai tak kuat hadapi semua. Dialog kehilangan itu seperti elegi

