*** "Elmira ...." Tangis Bulan akhirnya pecah. Naga juga tertegun kaku, ia paksa otaknya menolak tanggapi semua yang terjadi, Naga berharap apa yang dilihatnya adalah sebuah mimpi, ia hanya bermimpi saja, mana mungkin Elmira yang terbujur kaku di ranjang itu. Mana mungkin Elmira yang tengah dicarinya sudah meninggal, Naga tak ingin mempercayai segala hal yang membuat hatinya begitu remuk sekarang. Bagaimana bisa gadis kecil yang begitu disayanginya sudah tak ada lagi di dunia, bagaimana bisa Elmira pergi tanpa perdengarkan suaranya pada Naga sebentar saja. Semesta teramat jahat! Bulan menunduk, kedua telapak tangannya menyentuh selasar dan berakhir menjadi sebuah kepalan, ia biarkan air matanya membasahi selasar. Dunia seolah berhenti berputar saat itu juga ketika apa yang diperjuangka

