Setelah selesai membersihkan meja Sherina duduk dibangkunya dengan helaan nafas yang cukup panjang. Matanya menatap kesekitar kelas yang beberapa kali tertangkap menatap Sherina tidak suka.
"Ini Bu"
Sherina menatap Alda yang baru saja datang membawakannya minum, lalu duduk disebelah bangkunya.
"Thanks ya Alda, btw panggil gue Sherina aja gue udah bukan bos om lu soalnya"
Alda yang baru saja duduk menatap Sherina ragu "Maaf, apa tidak sopan bu?"
Memilih menggeleng ditengah minumnya, Sherina yang masih menatap Alda "Kaga, kan kalo lu manggil ibu malah kaya aneh gak sih?" Lanjut Sherina setelah meletakkan minumnya di meja
"Eh i--iya sih"
"Nah yaudah manggil aja Sherin" ujar Sherina "Eh lo gak kenapa napa emang duduk sama gue? Liat noh sekelas natep gue gak suka" lanjut Sherina, takut takut keponakan Surya akan menjadi korban bully karena dirinya
Mendengar kalimat Sherina, mata Alda yang tadinya terlihat teduh kini terlihat agak menyala "Engga, biarin aja S--Sherin" ucap Alda yang masih kaku hanya memanggil namanya
Sherina terkekeh, kemudian merangkul bahu Alda "Santai asli deh Da, gak usah serem. Gue malah seneng dipanggil Sherin daripada Ibu kalo bisa kita gue-lo aja yaa"
Merasa seperti ada lampu persahabatan, Alda tersenyum lebar menatap Sherina lalu tak lama matanya kembali berapi api "Btw, gue sih ga masalah mereka mau musuhin gue karena deket sama lo. Toh mereka aja yang gak jelas segala musuhin lo cuma gara gara kena kompor"
"Hah? Kompor? Maksud lo, Sherina kaya gini gara gara di fitnah?"
Alda mengangguk mengiyakan
Sherina meletakan sikunya di meja, tangan kanannya ia gunakan untuk memijat pelipisnya. Sherina pening.
Sepertinya hari hari Sherina akan cukup sulit.
✨✨✨
Sherina membersihkan ranting ranting dan daun kering yang masih menyangkut di rambutnya. Ia baru saja dari toilet ditengah jam pelajaran berlangsung, entah bagaimana caranya tiba tiba saat Sherina membuka pintu, daun daun kering dan ranting ranting kecil ini terjun bebas diatas kepalanya.
Ahh salah, harusnya tidak usah ditanya bagaimana karena sudah pasti ada yang melakukan ini. Tapi siapa?
"Idih b**o Sherina, pake nanya! Satu sekolah kan kaga demen ama lu anjir" sadarnya
Padahal dirinya masih sibuk membersihkan diri dari kotoran, namun hal naas harus kembali menghampiri Sherina. b****g Sherina terjun bebas di lantai sekolah setelah sempat menabrak seseorang.
"Aduhhh anjir! Jalan pake mata, bodohh!" Kesal Sherina
Apes sekali sih dirinya, setidak sukanya kah satu sekolah kepada Sherina, sampai sebegininya?
"Ehh sorry sorry, gue gak sengaja, soalnya dikejar belom bayar utang di mang Ujang"
Sherina yang baru saja berdiri, meletakkan kedua tangannya di pinggang. Posisinya kini bertolak pinggang, menatap siswa yang baru saja meminta maaf kepada dirinya, namun tidak menatap dirinya.
"Minta maaf sama orang tuh liat matanya!" Kesal Sherina
"Lo sengaja kaan!" Lanjut Sherina masih kesal
Siswa tersebut menatap Sherina dengan wajah cengengesan "Gue takut terpanah sama lo. Soalnya lo cantik"
Hah? Apa apaan nih, dirinya di gombalin sama seorang siswa SMA?
"Ehh tapi gue beneran gak sengaja anjir, demi teajus gulabatunya teh Dewi deh"
Kesal karena merasa dibercandai, Sherina memilih menginjak kaki siswa tersebut "Bacot, berisik!" Kesal Sherina kemudian berjalan meninggalkan siswa tersebut
Siswa dengan nametag Sadam tersebut menatap Sherina dengan senyumnya, gadis pendiam tersebut sudah berubah ternyata.
Sebuah sepatu tiba tiba melayang mengenai lengan Sadam, membuat Sadam sedikit tersentak kaget.
"Ehh buset, sepatu siapa ini woii" teriaknya
"Gue! Karena lo udah buat gue jatoh, gue bales lo dengan lempar pake sepatu gue!" Kesal Sherina yang datang kemudian mengambil kembali sepatunya di tangan Sadam
Sadam yang baru saja kembali ditinggal oleh Sherina menggelengkan kepalanya geli melihat tingkah laku Sherina.
"Heh, lo gak tahu apa siapa gue?" Teriak Sadam kepada Sherina
Namun, yang diteriaki tidak berhenti sama sekali. Malah mengangkat tangan kanannya, memberikan penolakan.
"Gak tahu dan bodo amet!" Balas Sherina dengan tidak membalikan tubuhnya
"Nama lo?" Teriak Sadam lagi, sebetulnya ia tahu sih, namun hanya ingin memastikan, takut salah.
"Sherina, kenapa? Mau ngajak gue ke oyo? Maaf level gue hotel bintang 99+" jawab Sherina ngawur masih tidak membalikan tubuhnya
Sadam menggelengkan kepalanya geli, ajaib. Gadis tersebut tidak mengetahui dirinya
✨✨✨
"Sherin, lo ngapain anjir!"
Sherina menatap Alda dengan lanyang, masih dengan sedotan yang masih dibibirnya "Nembak orang orang yang nyinisin gue pake air es plus ludah gue!"
Alda membelakkan matanya kaget, tidak habis fikir dengan Sherina "Heh, jorokk"
"Biarin! Biar sekalian mereka benci sampe ke bau jiggong gue!"
Jika sudah seperti ini, Alda benar benar yakin bahwa ini bukan Sherina yang lama, tapi Sherina si jiwa baru, Sherina bos sang omnya yang Alda tahu bagaimana baik hatinya.
Uhukkk
Suara batuk Sherina tiba tiba terdengar, membuat Sherina yang tadinya membelakangi meja kantin yang dibelakanginya menjadi didepannya "Aldaaa gue keselekk"
Rengekan Sherina dengan gerakan cepat Sherina untuk meminum teajus gula batunya membuat Alda kesal, kemudian mendekatkan gelas Sherina kehadapan Sherina.
"Lagii, lu kurang kerjaan banget anjir segala ngeludahin orang"
Kekesalan Alda tidak digubris oleh Sherina, malah kini orang yang tadinya sibuk meludah kini sibuk menikmati minumannya. Tidak dapat Alda pungkiri, kejailan Sherina tadi menimbulkan ocehan ocehan kesal dari murid yang terkena tembakan maut dari mulut Sherina.
Mereka berdua kini tengah di kantin, menikmati jam istirahat yang maju lebih cepat karena guru dikelas Sherina dan Alda yang mengakhiri lebih dahulu, membuat mereka memilih untuk berada di kantin saja.
Suasana kantin tiba tiba saja heboh, seperti menyambut seseorang. Semua mata langsung tertuju pada pintu kantin yang menampakkan tiga s*****n memasuki area kantin.
Sorak sorai siswi terdengar memuji ketiga orang tersebut, termaksud Alda.
Namun tidak dengan Sherina, yang masih asik dengan minumannya.
Sampai tiba tiba, acara menikmati minum Sherina dirusak dengan tepukan di punggungnya. Membuat Sherina memuncratkan minuman yang ada di mulutnya pada orang yang ada di belakangnya.
"Anjir lo, gue udah mandi gilaa"
Bukannya meminta maaf, tawa Sherina pecah setelah sempat menahan tawanya saat melihat wajah memelas Sadam.
Namun, tidak lama. Wajah Sherina menjadi kesal menatap laki laki tersebut "Nama lo siapa sih anjir"
"Hah? Lo gak tahu nama gue? Beneran?" ucap Sadam bingung sembari berjalan untuk duduk disebrang Sherina
Sherina menggeleng "Harus banget tahu nama lo? Lo siapa? Presiden? Apa pahlawan yang kudu dikenang?" Cibir Sherina yang kesal mendengar nada pede siswa tersebut
Mengabaikan rasa kesal Sherina, Sadam memajukan tangan kanannya "Sadam, nama gue Sadam"
Sherina menyambut tangan Sadam dengan santai "Sherina, Sherina a--" ucapan Sherina terdiam saat ingin mengucapkan nama aslinya "Sherina Putri Haiput, haiput ye k*****t bukan siput!"
Kekesalan Sherina ketika mengingat bagaimana anak anak sekolah melesetkan namanya tadi pagi membuat Sadam terkekeh, kemudian berjalan meninggalkan Sherina kembali.
"Gak jelas banget gak sih Da itu mahluk, emang semua orang harus tahu apa dia siapa?" Keki Sherina kepada Alda setelah melihat Sadam pergi
"Heh, dia itu most wanted sekolah Sherinnn"
Sherina yang baru saja memulai minum kembali, kini kembali memuncratkannya lagi.
"Sherin? Lo gak buat ulah kan sama dia?" Tanya Alda takut takut
Sherina menatap Alda dengan wajah meringis "Aduh, gimana ya Da. Tadi pas di perjalanan balik dari toilet gue lempar pake sepatu" cicit Sherina sembari menggaruk tengkuknya yang tidak gatal
"Aduhhh, Sherinnn"
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~