Gadis dengan rambut yang dikuncir kuda tersebut kini tengah duduk di atas lantai bersama remaja remaja lainnya, mendengarkan arahan dan pemaparan yang dijelaskan oleh seorang om om dihadapan mereka kini.
"Wah, ada anak Danki Raden ya? Bagus dek, sering sering ikut yaa"
Merasa nama orang tuanya di sebut, Sherina yang sejak tadi merasa mulai mengantuk langsung membelakkan matanya segar sembari tersenyum lebar "Wah gampang om, asal kalo kumpul dikasih besek aman deh"
Gurauan Sherina membuat anggota tentara yang ditunjuk sebagai penanggung jawab kumpulan remaja ini terkekeh "Aman, bilang Ayah yaa Rin kalo anggaran di gedein"
"Laah? Ayah yang ngatur? Wahh kalo gitu sih tau gitu tadi minta beliin bolu aja"
Kehebohan Sherina lagi lagi membuat anggota yang bername tag Yudha Yudistira, kembali terkekeh geli "Atur atur"
Lain Yudha dan Alda yang terkekeh dan bergeleng kepala tidak habis pikir, maka lain juga dengan remaja remaja lain yang satu dua menatap Sherina tidak suka.
"Ups, caperr"
"Pick me gurl banget sih"
"Carmuk carmuk"
"Iyuhh"
Mendengar komentar komentar seperti itu, bukan namanya Sherina yang akan ciut. Sherina mengibaskan rambutnya, sadar posisi duduk dipaling depan sehingga rambutnya mengenai beberapa remaja yang duduk dibelakangnya.
"Haduhhh rambut gue bau jiggong orang, Aldaaaaa"
Pekikan heboh dari Sherina membuat Alda cepat menutup wajahnya, seketika merasa malu berteman dengan Sherina versi sekarang. Terlalu memalukan.
Tak lama, ada dua orang yang datang, sepertinya sih terlambat. Yang satu gadis dengan rambut bewarna coklat gelap dan yang satunya adalah seorang tentara juga.
"Iyusss, sini sini"
Sherina menyeritkan keningnya ketika gadis yang baru saja mendekat dan dipanggil Iyus itu menatap Sherina tidak suka. Mendeteksi adanya sirine bahaya, Sherina langsung merapatkan tubuhnya dengan Alda.
"Daa, kok gue disinisin sama dia sih?"
"Nohh, dia yang mulai duluan buat lo dibully disekolah. Namanya Aquarius, gue juga gak tahu kenapa Sherina dibully sama Aquarius. Intinya sih lo jadi dituduh suka jalan sama om om, bahkan gak ada yang tahu lo anak tentara."
Mendengar penjelasan Alda, membuat Sherina menatap Aquarius yang tengah beramah tamah kepada anak anak perempuan di Retsu ini. Suasana mendadak ramai dan penuh memuji Aquarius yang di panggil Iyus tersebut.
"Ohh iya, kita kenalan dulu sama rekan saya yang akan membantu saya dalam mendampingi kalian yaa. Silahkan Sophyan"
Ucapan Yudha membuat suasana yang tadinya ramai menjadi sepi, semua mata menatap laki laki dengan kaus dalam tentara dan celana olahraga pendek hitam tersebut. Sangat santai, terlihat berbeda dengan Yudha yang memakai hampir lengkap seragamnya.
"Yaa, halo semuanya. Izin memperkenalkan diri, saya letnan dua Sophyan Putra akan mendampingi kalian bersama dengan sersan dua Yudha. Mohon kerja samanya semua"
Semua menyoraki kata baik, lalu tak lama mulai berbisik, membicarakan pesona Sophyan yang benar benar bersinar. Alda juga termaksud. Sherina? Tidak usah di tanya, gadis tersebut sudah memejamkan matanya, mengantuk.
"Yaa baik, karena sudah lengkap semua, kita mulai pembagian team yaa. Ada team rampak bedug dan team paduan suara" ambil alih Yudha membuat suasana kembali tenang
Semua memasang telinganya baik baik, berharap nama mereka ada di rampak bedug -khusus untuk perempuan kalau laki laki sih pasrah mau dimana saja-.
"Team rampak bedug, ada Sherina..."
✨✨✨
Selendang baru saja terpasang di pinggang Sherina, dengan kedua tangan Sherina yang sudah memegang tongkat kecil untuk memukul bedug.
"Thanks Fira" senyum Sherina tulus yang malah dibalas cebikan kesal
Lantas saja, Sherina membelakkan matanya kaget. Apa apaan ini? Di kasih air gulali malah dibalas air got.
Merasa tidak memiliki teman di team rampak bedug, Sherina menatap team paduan suara yang masih bersiap. Saat Alda menatap Sherina, lantas Sherina langsung memasang wajah cemberut. Tidak terima karena tidak memiliki teman cs nya di team rampak bedug.
Dirinya seperti sebuah buah berbau, tidak ada yang ada di dekatnya. Sedangkan disisi lain, ada Aquarius yang di kerubungi anak anak retsu dengan senyum manis.
Sherina mencebik kesal, ada apa sih dengan si Sherina pemilik tubuh? Melakukan hal apa sampai bisa dikucilkan sebegini rupa? Padahal dulu, semasa sekolah Sherina adalah bintang sekolah. Dipuja, dipuji, dihargai, disukai bahkan diperlakukan bak ratu.
Sekarang apa? Lebih parah dari seorang dayang ia diperlakukan.
Kurang asem!
"Adik adik, ini kalian tonton dulu yaa video gerakan rampak bedugnya baik yang perempuan maupun laki laki. Besok malam, akan ada om om dari berbagai batalyon yang akan gantian melatih yaa"ucap Yudha mengarahkan team rampak bedug untuk menonton gerakan terlebih dahulu menggunakan infokus.
Sherina yang tadinya mau duduk menjauh, kini berjalan mendekati gerombolan remaja remaja team rampak bedug tersebut dengan langkah lunglai. Bete, karena tidak ada Alda disisinya.
✨✨✨
"Yaaa wah bagus sekali Sherina kamu bisa menghafal dengan sekali menonton?"
Dipuji seperti itu, membuat Sherina membusungkan dadanya, bangga. Senyum lebar terpancar di wajahnya dengan semangat. Sengaja, ingin membuat yang lain iri.
Biarlah, biar makin panas mereka.
Ucapan Yudha, bahkan tatapan kagum Sophyan membuat Sherina benar benar besar kepala sekarang. Sebetulnya ia juga tidak paham kenapa langsung bisa dengan satu kali menonton, tubuhnya sepanjang menonton diam saja malah. Tapi saat mencoba mempraktekan malah lancar.
Walaupun tadi aga sedikit lupa.
Maklumi saja lah, raga muda jiwa tua.
"Kalo gitu, kalian semua belajar dari Sherina aja. Gimana?" Saran Yudha yang membuat semua team rampak bedug perempuan bersorak tidak
Mendengar itu, Yudha menyeritkan kening bingung "Kenapa? Kan Sherina jago tuh. Lihat saja, dia sudah hafal kok"
"Gak apa apa Bang, kita aja belajar sendiri kasian Sherina nanti kewalahan ngajarin kita semua"
Itu suara Aquarius.
Sherina menatap suara Aquarius yang seperti sengaja dibuat halus. Dan, apa tadi? Bang? Aquarius memanggil om om tentara ini Abang?!
"Iya Bang, kita ngikutin Iyus aja"
"Iya Bang, bener"
"Iya Bang Yudha, bener kata Iyus"
Mata Sherina semakin membelak, semuanya memanggil om om tentara yang muda, abang nih?
"Males banget sama si Rina, sok jago"
"Iya ih"
"Biasalah, mau di pick me gitu"
Sialan, masih saja sempat sempatnya menjelekkan Sherina dengan suara berbisik.
"Yaudalah Om, biarin mereka latihan sendiri. Sherina nantj join kalo mereka juga udah hafal. Kan susah latihan sama orang orang yang belum hafal"
Itu sarkasan. Semua anak anak team rampak bedug wanita menatap Sherina tidak suka. Tiba tiba, Aquarius maju, mendekat ke arah Sherina
"Sherina? Kamu manggil bang Yudha, om? Kamu gak lupa mereka umurnya gak beda jauh sama kita? Panggil bang yaa nanti"
Mendengar perkataan Aquarius, membuat Sherina memasang wajah tak habis fikir. Dan yang lain? Sudah pasti membicarakan Sherina lagi.
"Iyaa ih gak sopan"
"Tau tuh, dikira udah tua apa bang Yudha"
"Biasalaah, pick me gurl"
Tiba tiba, Sherina mencebik cukup kencang mendengar kalimat terakhir membuat seisi ruangan serta anak anak paduan suara sampai terhenti
"Pick me pick me gundul mu!"
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~