10. Petaka Pertama Kumpul Retsu

1132 Kata
Suasana ruang makan malam itu cukup ramai, anak anak team paduan suara yang tengah menata nada dan anak anak team rampak bedug yang tengah menghapal gerakan. Tentu saja minus Sherina yang sudah hafal Diberi kebebasan oleh Yudha karena kecepatannya dalam menghafal, Sherina memilih berjalan keluar dari ruang makan atau aula terbuka tersebut. Ingin menghirup udara segar. Kepalanya terlalu pusing mendengar celotehan celotehan anak anak asrama yang tidak menyukai dirinya. "Aduuhhhh" Sherina terlonjak kaget, bahkan saat berdiri dari duduknya Sherina sampai terlompat saking kagetnya. Tangan kanan yang memegang ponsel dengan cepat Sherina nyalakan senter, mengecek siapa yang baru saja Sherina tidak sengaja duduki Mulut Sherina terbuka lebar, tangan kirinya yang menganggur dipakai Sherina untuk menutup mulutnya yang terbuka sempurna. "Yailah om! Gue kira siapaaaa! Bikin spot jantung ajaa" kesal Sherina setelah melihat siapa yang baru saja mau ia duduki itu "Heh, kamu bukannya minta maaf yaa" Tidak terima, Sherina membelakkan matanya kesal "Lah? Kok saya? Lah om aja ngapain tiduran di kursi ini? Emang punya om? Inikan punya asrama yeeee" Sophyan mengalah, memutarkan kedua bola matanya malas kemudian bergeser memberika celah untuk Sherina duduk "Gak ada minta maaf minta maaf ya lu, bocah" "Yahh jiwa mudanya keluar" goda Sherina setelah duduk disebelah Sophyan Sophyan berdecak, mengabaikan Sherina yang tadi menggodanya. "Ngapain deh om tidur di mari? Kaga punya rumah?" Ajak obrol Sherina yang kini tengah menatap langit "Kaga, di usir" "Yaah kasian, pantes jomblo" Kali ini, Sophyan membelakkan matanya kesal. Sumpah demi apapun. Ini anak tidak ada jaga image sama sekali apa? Enteng sekali rahangnya mengatai Sophyan. "Titisan jin emang beda sih, suka ngeramal. Mampus lu shalatnya ga keterima 40 hari" "Dih? Sotoy, emang punya orang dalem lu om di malaikat cs?" "Dih punya, kaga tau ye lu? Itu malaikat jamal sohib gue asal lu tau" Kepala Sherina mengangguk, matanya masi menatap ke arah langit "Pantes, bodohnya nyampe bumi" Sophyan menggaruk rambutnya yang tidak gatal dengan cepat, kesal dengan Sherina yang masih saja menjawab perkataannya "Anak siapa sih lu? Masih aja ngejawab" "Lah lu, tentara tapi lu guean sama gue om" Tersadar, Sophyan menghela nafasnya panjang "Diem ye lu jangan bilang bilang gue ngobrol santai sama lu" "Tergantung" jawab Sherina membuat Sophyan yang tadinya sudah ikut menatap langit kini menatap Sherina "Sogok gue dulu pake mie ibu itu" lanjut Sherina yang ternyata daritadi matanya sudah tertuju ke kantin barak dekat ruang makan yang memiliki plang besar MIE BU RT KANTIN ASRAMA MILLITER menerima pesanan via chat hub : 081234567890 Sophyan menaikan bibir sebelah kirinya ke atas, memasang ekspresi kesal bercampur tidak habis fikir. "Ayok yailah om, laper nih gue" Ekpresi Sophyan berubah menjadi kaget, kaget melihat Sherina sudah bangun dari duduknya dan kini berdiri sekitar 14 langkah didepannya. Kapan Sherina melakukannya? "Bujuukk lama bener, ayok om laper nihh" Helaan nafas panjang terdengar dari Sophyan, membuat Sherina mengkibaskan rambutnya bangga. Sebetulnya ia tidak ada niatan apa apa sih, kebetulan Sophyan mengajaknya membuat perjanjian. Yaa dimanfaatkan saja bukan? Kebetulan Sherina laper. ✨✨✨ "Hah? Nasi mie cumi? Itu gimana modelannya bu?" Mata Sherina membelak kaget membaca menu, bibirnya tak habis berdecak mendengar menu menu asrama yang tergolong berat. Helauuu Mie dicampur nasi? Karbohidrat dicampur karbohidrat? Gilak! "Ini neng gambarnya" Diberi gambar bentuk makanan yang baru saja ia sebutkan, membuat Sherina sedikit ragu. Apa enak? Kesal karena Sherina tidak kunjung memesan, Sophyan maju menggeser posisi Sherina kesamping "Ibuk, mie nasi kalajengking nya 2 sama esteh manis 2 yaa udah itu aja. Dibuat pedas" "Heh! Om, dosaaa om dosaaa!" Pekik Sherina histeris "Hah? Dosa? Kenapa lagi sihh?" Ujar Sophyan sembari mengkerutkan keningnya bingung "Ituuu, makan kalajengking. Dosa om dosaa, kaga belajar agama apa ya lu jaman sekolah? Nih yaa, hewan bertaring, hewan bertanduk, hewan berbisa, haraaaaammm hukumnya di konsumsi om!" Ceramah Sherina Kekehan kecil lepas dari bibir Sophyan ketika Sherina mengucapkan kata Haram sembari menggerakan kedua tangannya di sisi kanan dan kiri seperti tari ular. "Apaan deh, kalajengking itu kangkung lalapan cumi telor ayam!" Sherina membelakkan matanya mendengar jawaban Sophyan "Ga nyambung, k*****t" "Heh! Kamu ngatain saya k*****t?" "Engga, ini orang ngatain jangkrik juga. Pede banget" ucap Sherina sembari memetikan jari tengah dan ibu jari tangannya "Kerrrrr, jangkriik" "Heh ngapain metikin jari kalo manggil jangkrik?" "Lahh dari pada tepuk tangan? Dikira ada yang ulang tahun nanti" ✨✨✨ Satu suapan berisi full lauk masuk kedalam mulut Sherina, aga kesulitan memang. Bahkan, Sherina memejamkan matanya. Takut rasa yang ia dapatkan tidak seperti ekspetasi orang tua. "Gimana?" Tanya Sophyan setelah melihat Sherina menelan makanannya Mata Sherina lantas terbuka, kemudian menatap Sophyan dengan berbinar "WENAAKKK!" Pekik Sherina sembari memberikan jempolnya "Kemana aja anjir gue 25 tahun hidup, gak tahu makanan seenak inii? Restoran langganan kantor juga kalaah" racau Sherina yang masih menyantap makananya "25? Bukannya kamu baru 17 tahun?" Ditanya seperti itu, membuat Sherina langsung tersedak makanannya mencari minumnya kemudian meneguknya dengan cepat. Kini, Sherina salah tingkah. Bingung harus menjawab apa. "Heh? Salah dengeer lu om, kasihan banget sih udah tua sih yaa wajar sistem pendengarannya menurun" "Ck, hobi kali kamu nih menghina saya" "Laah, udah saya kamu ajaa" Sophyan memutarkan kedua bola matanya malas, jika Sherina terus diladenin maka tidak akan ada habisnya. Bisa bisa mereka akan terus berdebat. "Kamu kenapa keluar dari rukan?" Tanya Sophyan mengalihkan pembicaraan Mendengar pertanyaan dari Sophyan, Sherina menelan makananya dengan cepat setelah sempat terap kecil namun syukur tidak didengar oleh Sophyan. "Bete deh gue, anak anak asrama kaya musuhin gue om. Terus juga gue udah hafal juga itumah sisah orang orang belom hafal aja" jelas Sherina yang tengah membuat blok nasi dengan lauk "Iya sih kelihatan, kamu buat masalah sama mereka?" Sherina mengdendikan bahunya "Gak tahu, kayanya sih kaga. Emang gue diasrama terkenal bandel?" Jika tadi Sherina yang mengendik, kini Sophyan yang mengendikan bahunya "Kaga tahu, gue aja baru join di asrama dua bulanan" Kini, Sherina memajukan bibirnya "Yaudah, gue juga kaga tahu om kag---" "Umur lo tuh 17 bukan sih?" Potong Sophyan kesal "Laaahhh kok ngamookk" komentar Sherina mendengar nada Sophyan yang aga meninggi "Iye, kayanya bentar lagi 18 sih. Ngapa o--" "Lo bisa stop manggil gue om kaga sih? Risih anjir umur kita beda tipis doang" potong Sophyan lagi "Apa? Uncle?" "Sama aja koplak!" "Heh, beda yaa uncle mah paman" "Sama aja anjir gue selebet pake kopel nih" "Aww takut" goda Sherina dengan nada manja dibuat buat Menyadari wajah Sophyan yang masih datar membuat Sherina menghela nafasnya panjang "Yaudin yaudiin, apa dah apa rekomen dong" "Oppa, soalnya muka gue mirip aktor korea" Byuuurrr Makanan yang ada di mulut Sherina terjun bebas di wajah Sophyan "Haaahhh? Apaan sih anjir gak jelas banget tentara satu iniii" gemas Sherina Tiba tiba, Sherina tersedak sisah makanan yang ada di mulutnya. Sherina memang belum meminta maaf kepada Sophyan, namun Sophyan tetap membantu Sherina dengan memberikan minum Sherina kepada Sherina "Om, boleh diganti teajus gula batu aja gak?" "Heeeh! Lagi batuk bisa bisanya request!" ~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN