bc

Jodohku Tetangga Sultan

book_age18+
0
IKUTI
1K
BACA
family
love after marriage
fated
friends to lovers
badgirl
kickass heroine
heir/heiress
sweet
bxg
kicking
city
illness
like
intro-logo
Uraian

Rosy punya tetangga yang tampan, mapan, rupawan cuma sayangnya dia seorang tuna netra. Tapi bagi Rosy yang menyukai keindahan, tidak masalah sama sekali. Sampai dia tidak sengaja terlibat pernikahan dengan sosok pria bernama Yunan itu.Lalu setelah menikah, usut punya usut ternyata suaminya ini alias Yunan ternyata pernah hampir menikah tapi karena kecelakaan, pihak keluarga wanita membatalkan pernikahannya. Satu hal lagi yang membuat Rosy tercengang, ternyata suami yang didapatkan dari iseng-iseng berhadiah ini ternyata anak tunggal kaya raya.Lantas bagaimana kisah Rosy dan Yunan setelah mereka menikah, lalu Rosy yang berusaha untuk menyembuhkan trauma masa lalu Yunan?"Memangnya kamu mau, nikah sama orang buta?" - Yunanda Alexandro Naratama"Apa sih yang nggak buat Mas Yunan?" - Elinda Rosyana Dirgasari.***

chap-preview
Pratinjau gratis
Bab 1 - Tetangga Sebelah
Dulu sekali waktu Rosy masih kelas satu SMA. Dia melihat banyak orang berdatangan tampak sibuk di sebelah rumahnya. Hal itu membuatnya penasaran dan berjinjit untuk sekedar mengetahui siapa sih yang akhirnya pindah ke rumah mewah itu? "Ngapain lu jinjit-jinjit ngintip rumah sebelah dek?" Suara Royan membuat Rosy menoleh dengan tatapan tajam. "Siapa yang lagi ngintip?" Protes Rosy. "Siyipi ying ligi ngintip," ucap Royan ulang karena sengaja ingin mengejek Rosy dengan mengganti semua huruf vocalnya menjadi huruf i. "Anak SD aja tau kali, kalau lu lagi ngintip rumah tetangga sebelah. Mau ngapain sih, mau maling ya?" Tebak Royan. "Enak aja! Papa sama Mama nggak se-fakir itu kali buat ngidupin gue sama lu bang," balas Rosy yang sudah malas mendebat lalu memilih berjalan ke teras dan duduk disana. "Intinya gue cuma penasaran, emang disebelah ada siapa sih, perasaan itu rumah udah dijuluki jadi rumah horor yang kelihatan nggak akan berpenghuni." Royan mendekat sambil berkacak pinggang. "Dengar-dengar dari Papa sih, katanya emang ada tetangga baru. Gue juga penasaran ini mau nanya langsung ke rumahnya." Rosy melotot kaget, yah walaupun tidak heran kalau itu adalah Royan. Abang yang bahkan nggak akan malu buat nawar harga sampai terjun bebas ke harga semula gara-gara keseringan diajak Mama pergi ke pasar kalau Rosy sibuk sama lessnya waktu jaman Rosy masih SD dan SMP. Lalu usut punya usut ternyata tetangga sebelah rumah itu orangnya lumayan tertutup. Dia jarang banget keluar, paling kalau keluar pasti ada seseorang yang menggandeng atau menuntunnya untuk masuk dan keluar. "Besok acara tujuh belasan, ajak teman-teman lu deh dek, bilang jangan mager-mager jadi orang, masa perawan mager," ucap bang Royan. "Suka-suka lah, kenapa repot banget ngurusin perawan," balas Rosy sewot ketika dia hendak mengeluarkan motor dari garasi untuk bersiap pergi sekolah apalagi ini hari ujiannya. "Dasar adik tidak support abangnya!" Tukas Royan terus masuk kedalam. "Dasar pengangguran!" Gumam Rosy yang sedang menaikkan mood karena tadi abangnya itu membuat mood Rosy di pagi hari jadi jelek. Namun terimakasih pada abangnya itu, pas nahan Rosy karena ketinggalan tas di atas sofa ruang tamu. Rosy jadi bisa memperhatikan rumah tetangga sebelahnya, yang pintu gerbangnya lagi terbuka sekarang. "Woy dek!" Teguran dari Royan membuat Rosy berdecak sebal. "Ganggu banget lu bang, gue lagi---" "Ngintip tetangga sebelah lagi kan?" Potong Royan cepat. "Ih! Jangan kencang-kencang dong, gue kan jadi malu kalau kedengeran sama tetangga yang lain," protes Rosy. Asik berdebat sama abangnya, Rosy nggak sadar kalau ternyata sang empu pemilik rumah keluar menggunakan jas hitam, kacamata hitam, dipayungin juga pake payung hitam. Memang ini masih pagi, tapi rasa-rasanya nggak begitu panas juga ini cuaca. Rosy memang heran pada awalnya, namun setelah itu dia malah semakin terkesima melihat betapa indahnya ciptaan Tuhan semesta alam ketika dia melihat pahatan sempurna di wajah sang tetangga. "Istighfar dek, kedip dek kedip!" Tukas Royan yang bikin fokusnya langsung buyar. "Berisik ih bang!" Protes Rosy yang baru menengok sebentar ke arah abangnya, pria itu sudah pergi saja dan membuat Rosy menghela napas gusar. "Ah kan pergi! Ini semua gara-gara abang sih!" Ucapnya yang semakin kesal saja melihat tampang polos nyerempet i***t dari abangnya itu. Emang terkadang Rosy ini menjelma jadi adek durhaka kalau abangnya udah mulai kelihatan rese, padahal sebenarnya Royan sendiri nggak tau apa, dan kenapa si Rosy marah sama dia. "Dasar adek durhaka lu!" Royan mendumel dalam hati. Sepertinya itu adalah kali terakhir Rosy melihat jejak dari sang tetangga. Karena dari terakhir pertemuan di depan gerbang, sampai sekarang Rosy semester tiga dia sama sekali belum melihat kehadiran tetangga itu lagi. Gazebo depan rumahnya tampak ramai karena kehadiran dua sahabatnya yang tidak lain Ara dan Maya. Mereka sudah sahabatan dari jaman SD karena dulu pernah jadi target pembullyan. Terus bangkit bersama dan jadi kuat bareng makanya pasang surut mereka lalui bersama dan menjadi sahabat sejati. Melihat Rosy yang bawa es teh sambil sesekali melirik ke arah rumah sebelah bikin dua kawannya itu langsung tertawa. "Sy, sy, keknya lo itu masih belum bisa move on sama mas-mas tetangga sebelah ya?" Celetuk Ara. "Move on, dikata gue demen kali sama tu tetangga. Gue cuma penasaran aja, dia jadi tetangga kok introvert banget. Terus terakhir kali gue lihat kayanya pas mau lulus SMA, sampai sekarang nggak ada tuh penampakannya lagi." Rosy langsung ambil tempat duduk di sebelah Ara setelah membawa ceret berisi es teh itu. "Padahal udah sepuluh orang nembak lu sy, tapi sampai sekarang lu masih betah menjomblo, apa karena mas-mas tetangga itu?" Goda Maya yang cuma dibalas cibiran sinis dari Rosy. Walaupun dia merasa emang terpesona sama kegantengan paripurna dari soalnya tetangga yang bahkan namanya aja Rosy nggak tau siapa? "Tapi ya, lu berdua kalau lihat langsung sosok tetangga ganteng itu, kayanya lu bakal bertingkah macam gue sih." Rosy mencoba mengingat wajah tampan yang dia terakhir lihat setahun lalu. "Seganteng apa sih? Mirip Andy Law atau Jimin Betees nggak?" Tanya Ara. "Kayanya bukan China atau Korea deh, tapi dia putih. Tapi kayanya emang mirip China, bibirnya tebel kayanya enak tuh kalau dicipok," ucap Rosy sambil membayangkannya langsung kena jitak Maya. "Otak lu ya sy, berandai-andainya kotor sekali," ujar Maya yang cuma dibalas cengengesan sama Rosy. *** Waktu terus berjalan dan masuk ke waktu dimana Rosy melaksanakan KKN. Yah riweh sekali memang melaksanakan KKN, Rosy juga nggak menyangka kalau dia udah ada ditahap melaksanakan KKN. Namun waktu kembali berlalu dalam sekejap mata. Pelaksanaan KKN Rosy usai dan sekarang sedang bersiap pulang ke rumah sembari menunggu jemputan. Cuma sekarang lagi keganggu sama kehadiran satu cowok yang getol banget pengen Rosy itu jadi pacar dia. "Sy, Lo kan nggak ada pacar. Coba pacaran dulu sama gue yuk," ucap pria bernama Andre itu. "Nggak," balas Rosy singkat. "Ini si abang kemana sih anjir, males banget gue lama-lama disini," batin Rosy menjerit. Meskipun nggak lama setelahnya Royan beneran datang bersama Mama yang ternyata ikut datang untuk menjemput Rosy. Gadis itu langsung tersenyum puas dan berlari ke arah Mama untuk memeluknya. "Mama! Rosy kangen banget sama Mama!" Ucap Rosy. Mama hanya terkekeh sambil membalas pelukan putrinya. Sementara Royan tampak mendengus karena harus menggeret koper tuan putri untuk masuk bagasi mobil. Sesampainya di rumah saat itu sudah gelap dan Rosy dibantu Royan mulai ngeluarin barang-barang dari dalam mobil. Sejenak Rosy melirik ke arah rumah tetangganya. Dia pikir kalau rumah itu seperti biasanya, yaitu rumah tidak berpenghuni. Namun saat melihat rumah itu terang, Rosy langsung kaget bukan main. "Anjir!" "Eh kenapa lu dek?" Tanya Royan heran. "Bang, kok lampu rumah tetangga nyala?" Tanya Rosy nggak sabaran. "Sebulan setelah lu KKN orangnya mulai tinggal disini," balas Royan malas dan mulai membawa koper adiknya itu masuk ke rumah. Rosynya malah kesenengen bukan main. Senang sekali melihat mas-mas tetangga yang bikin dia penasaran itu. Tepat sekali setelah Rosy membatin, dia bisa melihat ada siluet hitam dari ruangan yang ada di lantai bawah.

editor-pick
Dreame-Pilihan editor

bc

30 Days to Freedom: Abandoned Luna is Secret Shadow King

read
315.8K
bc

Too Late for Regret

read
326.8K
bc

Just One Kiss, before divorcing me

read
1.7M
bc

Alpha's Regret: the Luna is Secret Heiress!

read
1.3M
bc

The Warrior's Broken Mate

read
145.8K
bc

The Lost Pack

read
445.2K
bc

Revenge, served in a black dress

read
155.1K

Pindai untuk mengunduh app

download_iosApp Store
google icon
Google Play
Facebook