PART 64 “RUMAH ATAU APARTEMEN?” tanya Angelo serius. Aku mengumbang pelan dan menaruh kepala aku di bahunya yang bidang. Aku mendongak ke atas, menatap langit malam yang dipenuhi oleh bintang – bintang indah. Antariksa seperti tahu isi hati kita berdua malam ini. Angelo Bronze dan Muse Lee yang akhirnya bahagia. Wah . . . bahkan semesta pun ikut terkejut dan merayakan hal ini. Dia memberikan kita berdua gemintang yang besar di atas langit, menghias kolosal hitam itu dengan titik cahaya penuh harap, seakan memberitahu kalau masa depan kita akan terus cerah dan dipenuhi oleh banyak cahaya. Aku menggurat haris harsa tipis di bibir. Mendengar pertanyaan Angelo membuat aku semakin yakin kalau mungkin, akhirnya, segalanya akan baik – baik saja. “Muse, kau mendengar apa yang aku katakan?” tanya

