PART 58 “BIAR AKU TEBAK¸ sedang memikirkan tentang Frank Hans dan apa yang Angelo lakukan pada pria itu, kan?” Lucky mengusap ujung kepala aku saat dia duduk di samping aku di sofa ruang tamu atas. Aku tidak langsung menjawab dia, tidak juga langsung menoleh ke arah pria itu. Aku fokus menatap layar kaca teve yang hitam dan gelap. Tidak ada siara yang bisa mengalihkan perhatian aku dari banyak hal, sungguh. Yang ada di pikiran aku hanya seorang pria tua yang babak belur di ruang bawah tanah. Ruang bawah tanah yang penuh darah, bau tidak sedap, dan dipenuhi oleh keringat dari tubuh yang sudah rapuh. Aku tidak bisa banyak berpikir kecuali tentang Angelo dan hal gila yang baru saja dia lakukan pada seorang pria. Aku tahu pria yang aku bicarakan di sini tidak pantas menerima rasa iba dari a

