Arbian

1360 Kata

"Bos kok semena-mena gitu, sih?" protes Gizka ketika mereka tiba di rumah. Ia mengikuti Leo yang sudah berjalan lebih dulu dengan wajah kesal bukan main. "Semena-mena gimana, Giz?" tanya Leo santai. Padahal dia tahu Gizka sedang dalam mode enek berat dengan kelakuannya saat ini. "Itu tadi pake ngancem potong gaji segala. Ini, kan di luar jam kerja, Bos." Langkah Gizka terhenti, ketika Leo juga melakukan hal yang sama dan berbalik ke arahnya. Tangannya masuk ke dalam saku celana dan siap memberikan penjelasan. "Jadi gini ya, Giz. Jam kerja kamu itu du-a pu-luh em-pat jam, sama saya. Di toko kamu karyawan saya. Di rumah, kamu pembantu saya. Paham?" What? "A-apa, Bos?" Alis Gizka terangkat, mata dan mulutnya membuka lebar. "Sa-saya nggak salah denger, Bos?" tanya Gizka dengan wajah spe

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN