Kegiatan berlibur bersama Wisnu memang tidak terlupakan walaupun organ intimku agak sedikit perih namun tergantikan dengan nikmat yang kami dapat bersama dan mengenai lamaran Wisnu aku tidak berniat untuk menjawab. Aku memutuskan berangkat ke kantor sendiri setelah perdebatan panjang yang tentu saja aku menangkan karena aku tidak ingin ada pemikiran negatif. "Kamu seger banget, Nu" ucap Roy ketika kami makan siang "dapat jatah dari mana?" Wisnu hanya tersenyum tidak menghiraukan pertanyaan Roy "Ezra ke mana?" tanya Roy menatapku namun dapat kulihat Wisnu cemberut mendengar nama Ezra. "Bukan di ruangan?" tanyaku kembali tanpa menjawab pertanyaan Roy dan tidak peduli dengan sikap Wisnu. "Sayang" ucap Ezra yang sudah duduk di sebelahku dan langsung mengacak rambutku "ke mana aja kemarin?"

