Ezra mengantar dan menemaniku ke Disnaker selama perjalanan banyak hal yang dibicarakan oleh Ezra termasuk rencana ke depan untuk kami berdua. Aku hanya bisa mendengarkan tanpa berniat memberikan masukan sama sekali karena perasaan aku sendiri tidak tahu dengan Ezra. "Ke rumah ya bentar" ucap Ezra "kangen" aku hanya bisa mengangguk mendengar permintaan Ezra. Sampai di rumah Ezra langsung melakukannya dengan penuh gairah membuatku ikut hanyut dalam permainannya, awalnya berkata sebentar namun Ezra tampak tidak puas sehingga sampai beberapa kali klimaks baru selesai. "Kamu memang selalu bisa memuaskan aku" ucap Ezra "aku ingin kita segera menikah biar gak perlu lagi konsumsi pil begitu" lalu mencium keningku lama ketika akan meninggalkan rumah. "Lama benar kalian" ucap Reni menatap kami

