DUAPULUH

1661 Kata

Dan disinilah Arissa sekarang, duduk disebuah resto yang ada di mall yang sama dia mencari pakaian tadi. Bersama Nadira yang sedang berbicara dengan waitress untuk memesankan makanan dan minuman buat mereka. Sambil menunggu Nadira selesai dengan  si waitress, Arissa diam-diam memperhatikan wanita tersebut. Tidak hanya cantik, Nadira juga anggun dan terlihat pintar. Dia juga terlihat berkelas dan tutur katanya lembut namun terkesan tegas. Aneh rasanya kalau ada pria yang tidak menyukai dan juga tidak mau dengan Nadira. Kalau bukan karena mamanya, mungkin sampai sekarang Mario dan wanita didepannya ini masih bersama. “Maaf ya, kamu pasti merasa canggung tiba-tiba diajakin makan sama aku. Padahal kita tidak tidak pernah berkenalan secara langsung.” Kata Nadira begitu si waitress meninggalkan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN