DUAPULUH SATU

1543 Kata

Sesuap. Lalu dua suap. Kemudian tiga suap. Dan seterusnya. Pada setiap sendokannya, Arissa berusaha mengambilnya sesdikit mungkin. Bukan karena dessert itu tidak enak nyatanya serenpidy 3 cokelat restoran ini adalah favorit Arissa, hanya saja saat ini dia sedang tidak berselera. Tidak hanya itu, Arissa berharap dengan dia memakan dessertnya sedikit demi sedikit, dia tidak perlu menyadari kalau Mario sudah terlambat. ‘Mungkin kak Mario terkena macet.’ Arissa mencoba tetap berpikiran positif. Kali ini Arissa benar-benar kehilangan selera makannya walau begitu dia berusaha bertahan. Sampai bunyi dering handphonenya berbunyi dan nama Mario muncul disana. Seketika tangan Arissa terasa dingin, jantungnyapun ikut berdegub kencang. Firasat buruknya sepertinya akan jadi nyata. “Halo,” Ariss

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN