Satu tahun kemudian. Doni berhasil menyelesaikan kuliahnya kurang satu tahun lebih. Sempat waktu itu ayahnya protes karena keterlambatan Doni yang lulus kuliah. Akan tetapi, dengan semua usaha Doni. Pria itu tidak protes lagi, karena Doni berhasil lulus meski tidak dalam waktu perkiraannya. Satu bulan setelah lulus kuliah. Doni langsung di turun lapangan untuk belajar bisnis dan perkantoran. Dan dalam satu bulan itu, Doni bisa mempelajari semuanya. Hingga Dimas benar-benar bangga dengan Doni. "Anak Ayah memang hebat." Dimas mengatakan itu dengan senyuman tipisnya, menepuk bahu Doni dengan pelan. Satu perlakuan yang mampu membuat Doni melayang. Dia akhirnya diakui, dia memang hebat, ayahnya yang mengatakan hal itu dengan sendirinya. Doni merasa terharu mendengar ucapan ayahnya itu, hing

