Part 01

1114 Kata
            Prang …             Prang …             Bunyi barang-barang pecah dan dilempar oleh Jeremy yang sangat kesal, mendapati sebuah undangan pernikahan di atas mejanya. Jeremy tidak akan pernah membiarkan gadis itu menikah dengan pria lain. Hanya Jeremy yang boleh menikah dengan gadis itu.             Gadis yang disukainya semenjak kecil dan Jeremy selalu memerhatikan gadis itu dan sudah beberapa kali Jeremy menyatakan perasaannya pada gadis itu. Memang nasibnya yang sial. Gadis itu dan juga ayah gadis itu tidak menyukai dirinya dan selalu menolak Jeremy dengan terang-terangan.             Jeremy mengambil ponsel di dalam saku celananya, Jeremy akan membuat gadis itu menjadi miliknya untuk selamanya, tidak peduli ayah gadis itu adalah sahabat ayahnya sendiri. Peduli setan dengan semuanya. Jeremy lebih tidak siap gadis itu menikah dengan pria lain dan dimiliki oleh pria lain.             Jeremy menyeringai sambungan telepon di seberang sana tersambung.             “Kau tahu Amber Malvin Aldenron, anak dari Gavin Aldenron, kau bawa dia ke tempatku,” ucap Jeremy mematikan sambungan teleponnya.             Jeremy menyibak rambutnya ke belakang dan menjilat bibirnya. Jeremy sudah tidak sabar melihat betapa terkejutnya gadis itu, dan pasti sangat mengemaskan.             Jeremy mengambil kunci mobil di atas meja kerjanya, dan keluar dari ruangan kerjanya dan berpesan pada sekretarisnya untuk membereskan kekacauan yang terjadi di ruangan kerja miliknya. Jeremy akan pergi ke rumah milik pribadinya, yang tidak ada satupun yang tahu rumah miliknya itu.             Hanya Jeremy dan orang suruhannya yang tahu. Jangan bilang Jeremy hanya sebagai pengusaha biasa seperti ayahnya. Jeremy adalah seorang Mafia dan juga memiliki klub malam ternama di beberapa negara dan keluarganya tidak pernah tahu akan hal itu.             Jello dan Bella—ayah dan ibu Jeremy, hanya mengetahui Jeremy sebagai penerus perusahaan Cullens dan mampu membawa perusahaan lebih maju, sehingga Jeremy sekarang menjadi pengusaha termuda dan terkaya nomor 4 di dunia. Berkat kecerdasan dan kelicikan yang dimiliki oleh Jeremy.             ***             Amber tersenyum menatap gaun pengantin di depannya, dia akan menikah seminggu lagi, dan sudah tidak sabar menikah dengan pria yang dicintai olehnya.             “Saya pulang dulu, tiga hari lagi akan dijemput oleh orang suruhan saya, jadi, tolong untuk perbaiki yang kurang tadi. Saya tidak mau ada yang kurang di gaun pengantin milik saya,” ucap Amber kepada pegawai butik.             Pegawai itu mengangguk dan membawa gaun pengantin milik Amber ke belakang. Amber kembali tersenyum saat akan keluar dari butik. Amber yang akan berjalan menuju mobilnya, tiba-tiba saja ada orang yang membekap mulutnya dari belakang.             Amber melambaikan tangannya, namun, kesadarannya hilang dan dirinya tidak tahu apa-apa lagi. Para pria yang menculik Amber membawa Amber masuk ke dalam mobil. Beberapa pria itu melihat ke arah CCTV yang tidak berfungsi sama sekali.             ***             Amber membuka matanya perlahan, dan menatap sekeliling ruangan yang tidak dikenalnya sama sekali. Amber langsung berdiri, dan menjelajahi kamar yang tidak dikenalinya ini. Amber merasa sangat takut berada di sini, Ya Tuhan … apa yang terjadi pada dirinya.             Di mana dirinya sekarang?             Amber ingin menangis ketika dirinya tidak tahu di mana sekarang dan fakta yang paling ditakuti  olehnya. Dirinya diculik dan tidak tahu siapa yang menculik dirinya dan apa kesalahan dirinya, sehingga dirinya diculik dan dibawa ke tempat ini.             “Kau sudah bangun baby girl?”             Amber yang mendengar pertanyaan dari suara pria yang cukup familiar di telinganya, membalikkan tubuhnya dan menatap pria itu dengan tatapan tidak sukanya.  Jeremy. Ya. Pria itu yang sudah menculik dirinya dan membawanya ke sini.             “Kau? Kenapa kau menculikku pria sialan?!” tanya Amber dengan nada suara kesalnya.             Jeremy tertawa pelan dan berjalan mendekati Amber dan mengambil sejumput rambut Amber dan menciumnya sensual. Membuat Amber mundur ke belakang dan tidak suka dengan sentuhan yang diberikan Jeremy pada dirinya.             “Aku menculikmu, karena kau sangat nakal. Kau dengan beraninya akan menikah dengan pria miskin dan tidak tampan sama sekali itu. Aku sudah menaruh hati sudah lama padamu, kau selalu menolaknya. Tapi, kau baru bertemu dengan lelaki sialan itu enam bulan yang lalu, kau langsung ingin menikah dengannya. Aku tidak akan membiarkan dirimu dimiliki oleh orang lain,” ucap Jeremy mengusap lengan Amber lembut.             Amber langsung menepis tangan Jeremy dari dirinya, dan menatap Jeremy penuh kebencian. “Aku mencintainya, kau tidak seharusnya menculikku. Aku bukan milikmu pria sialan.”             Jeremy yang mendengar ucapan Amber, menarik rambut Amber kasar dan menghempaskan tubuh Amber kasar di atas ranjang. Jeremy mencengkam rahang Amber dan mencium bibir Amber secara paksa.             Amber berusaha mendorong tubuh Jeremy dan menendang bawah sana. Namun, usaha Amber tidak berhasil sama sekali. Dirinya hanya seorang wanita yang tidak memiliki kekuatan yang kuat disbanding kekuatan Jeremy.             Jeremy melepaskan ciumannya dengan Amber dan tersenyum licik, sambil mengusap sudut bibir Amber.             "Kau milikku Amber Malvin Aldenron. Jangan coba-coba kau kabur, atau kau semakin kubuat menderita di sini," ucap Jeremy mengancam gadis di depannya yang menatap Jeremy dengan tatapan penuh kebencian.   "Aku bukan milikmu sialan. Bukan milikmu!"             Jeremy tertawa mendengar ucapan Amber. “Kau milikku sayang. Buktinya kau berada di sini sekarang, aku akan menikahi dirimu dan akan menjadikanmu sebagai istriku sebentar lagi,” ucap Jeremy.             “Aku tidak akan pernah mau menikah denganmu. Kau tunggu saja, ayahku akan datang menyelamtkanku, dan kau akan habis ditangannya,” ucap Amber berharap ayahnya akan menyelamatkan dirinya.             Jeremy yang mendengar ucapan Amber kembali tertawa. Gavin bukan apa-apa baginya, dirinya lebih berkuasa dari Gavin. Gavin hanya halangan yang tidak terlalu berat bagi Jeremy.             “Kau mengancamku sayang? Kau belum tahu aku siapa. Aku biasa membunuh ayahmu detik ini juga. Tapi, aku tidak akan pernah membunuhnya. Kau tahu kenapa? Aku sudah menganggapnya seperti ayahku sendiri, tapi, dia menolak diriku untuk menikah denganmu. Ah … bukan dirinya saja. Tapi, kau juga menolak diriku. Kalian memang bodoh. Menolak diriku yang kaya dan tampan ini,” ucap Jeremy menyibakkan rambutnya ke belakang.             Amber menyeringai. “Kami bukan bodoh. Tapi, kami tahu mana yang baik dan mana yang buruk. Kau tidak pantas untukku. Kau lelaki sialan dan berengsek. Aku tidak mau menikah denganmu bodoh.”             Jeremy mengepalkan tangannya mendengar ucapan Amber. Jeremy mengambil vas bunga dalam kamar itu dan melemparkannya ke dinding, Amber yang melihat itu semua menutup matanya.             “Kau bilang aku bodoh? Kau akan melihat sisi lain dariku selama ini. Aku tidak pernah menunjukkan sisi lainku pada orang lain. Orang-orang hanya melihat diriku pintar, cerdas, dan pandai segalanya dan mampu membawa perusahaan keluargaku menjadi perusahaan termaju di dunia. Mari kita lihat sisi iblis dan setan dalam diriku ini sayang. Sisi iblis dan setan yang sebenarnya, seperti yang ayahmu bilang. Aku setan kecil. Dan setan kecil ini sudah besar dan menjadi raja setan,” ucap Jeremy tersenyum sinis dan berjalan keluar kamar, dan mengunci pintu kamar Amber.             Amber yang melihat kepergian Jeremy, menangis dan memeluk tubuhnya. Dirinya takut sekarang. Sungguh dirinya takut berada di di sini dan melihat tatapan Jeremy yang mengerikan dan juga ancaman Jeremy pada dirinya.             ***             Hai, selamat membaca kisah mereka berdua.             Jangan lupa untuk komentar ya sayang.             Cerita ini beda dengan cerita Jello dan Bella.             ***
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN