Kehidupan baru

1055 Kata
"Maaf tidak ada lowongan kerja,semua posisi sudah penuh!" Elena hanya tersenyum kecil menanggapi ucapan orang di depannya itu kemudian pergi Sudah seminggu ini dia mencoba mencari pekerjaan, tapi mendapat pekerjaan di jakarta itu bukanlah hal yang mudah,apalagi dia sedang berbadan dua,tapi jika ia tidak segera mendapat pekerjaan dia mau makan apa, sedang sisa uang tabungannya tinggal sedikit. Elena membuka pintu rumahnya kemudian segera masuk dan mendudukan bokongnya di kursi tua yang ada di ruang tamu itu, wanita itu memenjamkan matanya sambil sesekali menghembuskan nafas kasar, kepalanya sangat pusing, ini tidak sesuai dengan ekspektasinya yang membuatnya sadar akan beberapa hal, hidup sendiri tanpa orang tua itu sangat sulit, wanita itu merasa lelah padahal ini belum genap satu bulan dia meninggalkan rumah orang tuanya, Elena bangkit dari tempat duduknya berniat menuju dapur tapi sesampainya di dapur wajahnya langsung di tekuk, rasa laparnya hilang seketika padahal tadinya dia sangat lapar, Sejak mengandung memang nafsu makannya meningkat, padahal jika di ingat sepulang dari melamar kerja tadi dia menyempatkan diri mampir ke penjual bakso yang ada di pinggir jalan, itupun dia tidak hanya menghabiskan satu mangkok bakso tapi tiga mangkok bakso, tolong garis bawahi tiga mangkok bakso, dan sekarang belum sampai dua jam dia di rumah tapi perutnya sudah merasa lapar lagi,mungkin ini yang dinamakan nyidam, tapi dia masih bersyukur walaupun bayinya mempunyai nafsu makan yang besar tapi bayinya itu tidak pernah menginginkan sesuatu yang aneh, seperti makan daging tikus mungkin atau yang paling sering dialami ibu hamil yaitu nyidam makan makanan asam seperti mangga muda, Elena benar-benar berdoa semoga bayinya tidak minta makanan asam,sebab wanita itu sangat membencinya. Karna nafsu makannya sudah hilang, akhirnya Elena pergi ke kamar, begitu melihat kasur wanita itu tidak bisa lagi untuk menahan diri rebahan di atas kasur yang keras itu dan menutup matanya, sampai akhirnya terbawa ke alam mimpi. ***** "Pak satu piring lagi ya!" Banyak orang menatap aneh pada Elena, pasalnya sudah dua piring nasi goreng tandas, tapi dia baru saja memesan satu piring ,lagi. Mungkin yang ada di pikiran orang-orang saat ini: Bagaimana mungkin wanita sekurus itu bisa makan nasi goreng sebanyak itu Seolah tak peduli dengan apa yang ada di pikiran orang, dia tetap melanjutkan acara makannya Bodo amat yang penting anak gue gak ileran nantinya batin Elena cuek "Ini neng nasi gorengnya!" Elena menatap penuh binar pada makanan di depannya itu,seperti orang yang tidak pernah makan selama bertahun-tahun, padahal kenyataannya dia sudah menghabiskan dua piring nasi goreng "Makasih banyak ya pak!" "Iya neng sama-sama!" Setelah bapak penjual nasi goreng pergi, Elena hanya fokus pada nasi gorengnya, seakan tak peduli dengan tatapan aneh yang di berikan orang-orang di sekitarnya, Setelah nasi goreng ketiganya habis, dia segera membayarnya dan pulang, badanya terasa lelah karna jalan-jalan dari sore lagi pula sekarang juga sudah malam Elena pulang menggunakan angkot, karna sudah bisa di pastikan uangnya itu tidak akan cukup untuk membayar taksi, mengingat tiga piring nasi goreng tadi membuatnya malu sendiri, Setelah turun dari angkot dan membayar Elena masih harus berjalan sekitar dua ratus meter lagi untuk sampai di rumah kecilnya itu karna tidak mungkin angkot tadi bisa masuk ke g**g sempit menuju rumahnya Sesampainya di rumah Elena langsung masuk ke kamarnya dan merebahkan diri di atas kasur keras yang entah kenapa rasanya nyaman sekali, tidak sampai lima menit dia rebahan sudah terdengar suara dengkuran halus dan nafas yang teratur Wanita itu tertidur ***** Pagi ini Elena bangun dengan badan yang segar karena tidur nya semalam sangat nyenyak, Elena berniat untuk jalan-jalan pagi ini, Banyak tetangga yang menyapanya saat dia baru keluar dari rumah yang hanya dia tanggapi dengan senyum tipis, entahlah dia merasa masih belum terbiasa dengan lingkungan barunya, karna dulu saat berada di lingkungan lamanya setiap orang yang bertemu atau saling berpapasan selalu bersikap acuh tak acuh dan terlihat seperti orang anti sosial yang tidak peduli dengan sekitarnya, tapi dilingkungan barunya orang nya sangat ramah, setiap bertemu dengan orang lain pasti akan tersenyum padahal mereka belum tentu kenal satu sama lain, dan dia juga sudah punya satu kenalan yang cukup akrab dengannya, namanya Gita, usianya satu tahun lebih tua darinya,dia itu sangat ramah dan wajahnya juga cantik, sama sepertinya gita juga hamil dan kandungannya sudah memasuki bulan ke tiga sementara kandungannya baru memasuki bulan pertama, dia tidak tau latar belakang gita yang dia tahu hanya Gita seorang yatim piatu dan soal suaminya?saat tidak sengaja menanyakan soal suaminya, wanita itu langsung menjawab dengan dingin bahwa suaminya itu sudah meninggal, Back to Elena setelah merasa lelah berjalan di sekitar taman Elena duduk di salah satu bangku yang ada di sana,dia sangat haus tapi sialnya dia tidak membawa uang dan dengan terpaksa dia harus menahan rasa hausnya, saat sedang melamun sambil melihat ke arah penjual es yang ada di taman tiba-tiba elena merasakan pipinya dingin dan agak basah saat menoleh kesamping dia mendapati Gita sudah duduk di sampingnya sambil memegang botol air minum yang kemudian di serahkan pada Elena "Makasih banyak ya mbak," ujarnya sambil menampilkan senyum lebarnya "Iya." Ya Elena memanggil Gita dengan embel-embel mbak karna kenyataan nya wanita itu memang lebih tua darinya "Kok pergi jalan-jalan gak ngajak mbak sih Len,"ujar Gita memprotes "Yah soalnya tadi pas aku lewat depan rumah mbak Gita lampu depannya masih nyala, aku pikir mbak masih tidur, aku takut ganggu,"jelasnya "Hehe iya tadi emang aku lupa gak matiin lampunya," ujar Gita disertai dengan cengiran khasnya Elena hanya menghembuskan nafas pelan, orang di hadapannya ini pelupa sekali "Udah makin panas nih, kita pulang aja yuk mbak!" ajak Lena sambil berdiri, Gita mengangguk mengiyakan "Iya, btw kamu udah dapat pekerjaan belum Len?" tanyanya mencari topik pembicaraan "Huhh, belum mbak, cari kerja sekarang susah apalagi aku juga lagi hamil,"ujarnya menghela napas "Emm kalo kamu mau kamu bisa kerja di resrtoran tempat kerja mbak, soalnya ada salah satu temen mbak yang mengundurkan diri, gimana?" tawarnya yang disambut dengan wajah antusias Elena "Hah beneran mbak, iya mbak aku mau!" Tentu saja ia tidak menolak karna kenyataan nya Lena juga sedang atau bahkan sangat membutuhkan pekerjaan walau menjadi pelayan sekalipun, asalkan dia punya pemasukan "Ya udah nanti pas sampe rumah kamu cepetan mandi terus ikut mbak ke restoran ya," ujar Gita memberi arahan "Siap bos," ucapnya antusias dengan posisi empat jari berada di pelipisnya Gita hanya bisa geleng-geleng kepala melihat kelakuan Elena yang sangat kontras dengan penampilannya yang menurutnya anggun dan sangat cantik dan kelakuannya yang terkadang bisa menjadi pemalu, atau bahkan absurd.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN