Usai mengantarkan Teresa, aku lekas ke markas. Ternyata pemiliknya adalah salah satu pelangganku dulu. Dia bahkan menaikkan upah Teresa karena melihatku tadi. Aku berhenti di depan aula, menaiki tangga dan memasuki ruangan Frank.
“Kau sudah hadir rupanya, bagaimana keadaanmu? Aku dengar kau pingsan di Peron. Siapa yang kau temui di peron?”
“Tidak ada, kenapa kau mencariku, Frank?”
Frank menghela nafas kesal, lalu memberiku sebuah dokumen, “Aku menemukan beberapa tempat yang kau cari belakangan ini. Penelitian itu sudah dibubarkan oleh pemerintah sekitar puluhan tahun lalu karena mereka dicurigai menciptakan beberapa manusia percobaan!”
Aku menatap Frank
“Aku tidak tahu pastinya, tapi itu benar adanya. Selama ini tidak ada satupun dari anggota yang mencari tahu mengenai masalah itu, kau tahu susahnya untuk menghadapi pemerintah bukan?”
“Hal apa lagi yang kamu ketahui?”
“Tidak banyak, hanya itu, untuk apa kau mencari tahu mengenai tempat itu?”
“Terima kasih, aku kembali dulu!”
“Pembunuhan di club, aku menugaskanmu untuk menyelidiki kasus pembunuhan itu. Segera cari pelaku, karena yang terbunuh itu adalah putri salah satu pejabat. Aku harap kau bisa memberiku kabar gembira dalam beberapa hari ini!”
Langkahku yang hampir keluar dari pintu ruangan Frank berhenti, aku berbalik dan menatap Frank yang juga menatapku dengan wajah menyebalkannya “Aku tidak pernah berhubungan dengan bandar narkoba itu, ada satgas narkoba yang bertugas untuk menyelidikinya. Itu tidak menjadi tugasku dan aku tidak ingin bertanggung jawab atasnya!”
“Aku tahu!”
Senyuman merendahkan itu membuatku sadar jika sepertinya kasus pembunuhan itu memiliki sesuatu yang menarik. Aku kembali memasuki ruangan Frank, duduk di depan mejanya. Lelaki itu bangkit dari duduknya dan lekas mengunci ruangan itu dan kembali duduk. Sebuah berkas di berikan padaku, tatapanku tertuju pada berkas dan juga barang bukti.
“Ini ditemukan di tempat kejadian, sebuah surat dan juga ini sama seperti kasus yang dulu aku hentikan itu.”
“Kasus pembunuhan Tong Wei dan juga Kyle? Apa maksudmu ini berhubungan dengan mereka?”
“Dengar, atasan kita yang memilih untuk menutup kasus itu. Aku tidak punya hak untuk menentangnya, kau tahu posisiku dan aku tidak akan berbohong. Aku butuh uang dan juga jabatanku saat ini. Tapi kali ini, aku memberimu izin untuk diam-diam memeriksa kasus mereka dulu, juga kasus pembunuhan gadis itu. Aku tidak tahu apa motifnya, tapi berhati-hatilah mengenai semua orang yang ada di sekitarmu. Termasuk gadis yang kau jemput di peron sa…”
“Dia tidak ada hubungannya dengan semua ini, apa kau juga membuntutiku sampai urusan pribadiku?”
Frank memijat keningnya, “Aku tidak pernah melakukannya, tapi aku juga berada di peron saat itu untuk melakukan penyelidikan seorang mantan narapidana. Aku tidak tahu siapa gadis itu, tapi sepertinya dia penting padamu. Lagipula aku tidak pernah mencampuri masalah asmara, juga masalah keluarga dan yang bersifat pribadi. Itu hanya kebetulan saja!”
“Lalu, kenapa kau mencurigai dia juga? Aku sudah mengatakan jika…”
“Aku hanya mengingatkanmu, tidak mencurigainya. Termasuk dengan Yuwen, kau tahu dia sudah menjadi partner kerjamu selama ini, tapi kau juga harus berhati-hati padanya!”
Sekali lagi, aku menatap mata Frank lurus, melihat keseriusan dalam ucapannya barusan. Tanpa menunggu waktu, aku lekas mengambil semua barang bukti itu dan memasukkannya ke dalam ransel. “Aku tahu kepada siapa aku harus mawas diri, Frank. Jangan lupakan dirimu sendiri dan juga tumpukan daging itu. Aku ingin kau segera menyingkirkan bedebáh itu, agar kau bisa bermain dengan nyaman!”
Frank menghela nafas, aku lekas mengenakan ranselku dan menuju ke arah pintu, tapi sebelumnya aku berbalik lebih dulu, “Aku tidak pernah mencurigaimu, terima kasih atas bantuanmu. Jangan lupa memberiku transferan juga, aku masih butuh uang yang lebih!”
“Aku akan memberikannya, tapi jangan sampai kau terluka karena kasus itu. Semuanya pasti memiliki petunjuk, dan kau masih berada dalam waktu istirahat. Jangan bekerja terlalu keras, nanti kau tipes!”
Teriakan Frank aku hiraukan, juga sapaan dari beberapa rekan kerjaku yang sepertinya baru. Aku lekas memasuki mobil dan bersandar, mengatur nafasku yang sejak tadi tidak stabil. Aku memang tidak terlalu menyukai Frank karena dia bersama di si tumpukan daging itu. Tapi dia tidak pernah salah dalam menilai orang.
“Sialan!” aku membanting dashboard mobil, lalu menatap ke arah parkiran yang sama-sekali tidak ada penghuni. Hanya ada aku, dan sepengetahuanku. Aku lekas memajukan mobil dan kembali ke rumah.
***
“Yuwen, aku akan menerima kasus pembunuhan di club itu. Dan untuk sementara waktu, aku anggap masalah pembunuhan di gereja itu adalah sebatas ilusiku saja. Ada sesuatu yang lebih menarik, Frank memberiku ini!”
Yuwen yang tadi tidak sengaja melintas dari ruang tamu lekas bergabung denganku, aku sedang memeriksa sebuah pisau yang diberikan oleh Frank. Yuwen ikut membantuku memeriksa barang lainnya.
“Surat lagi? Apa pembunuhan ini juga ada sangkut pautnya denganmu?”
Aku mengangguk sembari mengusap pisau itu dengan beberapa cairan. Ada sebuah tulisan yang sejak tadi membuatku penasaran.
“Apa Frank membaca surat ini juga?”
“Tidak, dia juga menutupi kasus itu dari pihak kepolisian lainnya, hanya memberitahukan hal itu padaku. Aku tidak tahu apa motifnya kali ini, tapi aku patut berterima kasih padanya!”
“Tunggu sebentar, aku juga baru mencari tahu soal pembunuhan gadis di club itu!” seru Yuwen, lekas berlari memasuki kamarnya dan kembali dengan beberapa lembar foto di tangannya. Dia menunjukkan kepadaku beberapa foto yang di ambil di TKP.
“Ini adalah potongan tangannya yang terlempar di sisi klub, ini adalah lambang yang di ukir di dádanya. Gadis itu bahkan di telanjangi, baru dibunuh dengan sadis setelah diberikan narkoba. Aku masih mencari tahu mengenai lambang ini, di kasus Kyle dan Tong Wei, seingatku kita tidak menemukan mengenai simbol ini. Kemungkinan ini dilakukan oleh orang yang berbeda!”
“Aku rasa ini dilakukan oleh orang yang sama, apa kau tidak melihat bagaimana cara mereka membunuh? Terlihat sama dan tidak ada bedanya dengan kasus pembunuhan Kyle dan Tong Wei. Aku juga mendapatkan izin untuk kembali menyelidiki kasus itu!”
“Frank memberimu izin diam-diam?”
Benar, tebakan Yuwen selalu benar, “Dua hari lagi aku akan mulai bekerja untuk menyelidiki kasus ini. Aku butuh seorang yang pintar dalam bidang analisis tubuh. Sepertinya kita tidak akan pernah berhenti jika tidak menemukan siapa pelakunya!”
“Frank juga memberimu dokumen yang kau minta pekan lalu? Ini cukup membuatku tahu jika ada udang di balik batu, apa kau menyadari hal itu?”
“Aku sadar dan tahu tepat mengenai hal itu, tapi mungkin kali ini Frank jujur ingin membantuku. Jangan terlalu mencurigainya dan bantulah aku untuk memeriksa tempat ini!”
Tatapan Yuwen terlihat tidak setuju, tapi dia lekas duduk dan mencari lokasi yang ada di gambar itu. Juga mencari kasus yang dibicarakan oleh Frank sebelumnya. “Ini adalah pisau yang sama, ini tidak nama, melainkan sebuah simbol yang juga mereka sengaja tinggalkan di dáda gadis itu! Apa menurutmu ini adalah sebuah pertanda?”
Yuwen yang sedang sibuk dengan layarnya lekas menatap ke arah pisau itu, “Ini jelas bukan lagi di sengaja, mereka memang menginginkanku. Sepertinya aku memang harus masuk dalam perangkap tikus mereka, aku sudah memutuskan hal ini!”
“Kau gila? Kau bahkan tidak tahu siapa mereka, dan dimana mereka berada tapi kau ingin menyerahkan dirimu? Aku yakin kau tidak akan kembali lagi setelah mereka menemukan keberadaanmu!”
“Menemukan keberadaanku?” tanyaku, mengulang pertanyaan Yuwen barusan.
“Mereka jelas ingin menangkapmu dengan semua ini, Emilio. Apa kau sadar dengan motif mereka? Mereka ingin kau mengingat sesuatu yang bahkan tidak kau tau, dan kau ingin menyerahkan dirimu? Bukankah ini sebuah keputusan yang bodoh?”
“Aku hanya khawatir jika mereka memakai orang terdekatku untuk memancing keberadaanku, Yuwen. Teresa di sini aku sangat senang dan bahagia, sekaligus takut di setiap menit aku tidak melihatnya. Aku takut jika ada musuhku yang menyadari bahwa Teresa adalah kekasihku, dan menyeretnya ke dalam sini. Apa kau pikir aku masih bisa tinggal diam saja jika mereka melakukan hal itu?”
“Itu sebabnya kau selalu mengganti nomor ponselku setelah menghubungi Teresa, aku tahu hal itu, Yuwen. Tapi mau bagaimana lagi, kita akan mencari mereka bersama-sama, jangan bermain sendiri terus Lio. Kau...kau mimisan lagi!”
Merasakan cairan hangat yang mengalir dari hidungku, aku lekas mengambil tissue yang diberikan oleh Yuwen dan membersihkannya.
“Lihatlah seberapa lemah dirimu, aku tidak tahu apa yang terjadi padamu, tapi kau harus berhenti meminum kapsul buatanmu itu, Lio. Aku yakin ada zat yang lepas dari penglihatanmu, dan kau tidak sengaja meminumnya hingga berakibat seperti ini!”
“Tidak, Lio. Ini bukan mengenai masalah kapsul itu, aku sudah memeriksanya berkali-kali ke laboratorium, mereka sudah menguji obatnya tidak bermasalah dan tidak memiliki efek samping. Bahkan para bedebàh itu rela membeli satu pil kapsul yang aku buat ini senilai satu juta rupiah dan aku memasok seratus kapsul pada mereka setiap minggu!”
Yuwen kehilangan kata-katanya dan menarik sudut bibirnya, “Aku tidak pernah meragukanmu, tapi kurangilah demi kebaikanmu. Ah, barusan aku menemukan mengenai lokasi itu. Jaraknya berada di seberang pulau Cheung Chau. Dari Hongkong, kita bisa menaiki kapal untuk sampai di sana, tidak ada tanda-tanda kehidupan, itu artinya pulau itu kosong hingga saat ini!”
“Kosong? Apa sesuatu terjadi di sana?”
Yuwen mengangguk, “Satgas narkotika mengatakan jika terjadi transaksi besar-besaran di sana. Tapi semuanya dihancurkan oleh pihak kepolisian, terjadi penyerangàn besar-besaran di sana, membuat semua isi pulau itu luluh lantah. Pengeboman juga dilakukan oleh pihak musuh, hal itu membuat warga di sana bermigrasi dan pindah entah kemana. Itu yang aku dapatkan dari sumber ini!”