“Katakanlah apa yang sudah terjadi, agar aku bisa membantumu dengan cepat!” ujarku, menatap Fred dengan tatapan malas. Sejak tadi dia hanya mengatakan mengenai pintu yang terbuka tapi tidak mengatakan pintu apa. Setidaknya, dia harus menunjukkan pintu itu agar aku bisa tahu apa yang terjadi padanya. Dia hanya ingin memutar-mutar di dalam perkataannya barusan, aku bisa menangkap jika Fred sepertinya berubah pikiran.
“Kemarilah, aku akan menunjukkan pintu yang aku maksudkan pada kalian!”
Sebelum mengikuti Fred yang sudah lebih dulu menaiki anak tangga, Yuwen lebih dulu menahan tanganku dan menggeleng tidak setuju. Sejujurnya, aku sedikit tidak yakin dengan hal ini. Tapi kami sudah di pertengah, dan aku tidak ingin melewatkan kesempatan ini juga. Ada rasa ingin tahu di daman raguku.
“Apa kalian akan ikut, atau tidak, Mr.Emilio? Pintu yang aku maksud ada di lantai 2!”
Cahaya lilin itu menerangi wajah Fred di kegelapan, aku lekas menaiki tangga tanpa memberikan jawaban pada Yuwen yang sejak tadi sudah tidak setuju denganku. Aku mendengar suara langkah dari belakangku, pada akhirnya Yuwen tetap mengikutiku.
Ruangan yang kami lewati tidak berbeda jauh dengan nuansa lantai 1, hanya saja di sini lebih banyak gambar yang di pajang. Sejak menginjakkan kaki di sini, aku menghitung jika ada sekitar 5 gambar dengan bentuk aneh yang terpanjang dan ada 2 pintu yang ada di ruangan ini. Aku tidak tahu pintu mana yang dimaksud oleh Fred, karena sejak tadi dia terus membawa kami memasuki lorong pintu dan baru berhenti ketika kakinya berdiri di depan sebuah gambar yang penuh dengan simbol-simbol.
“Kemari, kalian beruntung karena akan mengetahui sebuah ruangan rahasia di rumah ini, tidak banyak yang tahu mengenai ruangan ini.”
Melihat Fred kesulitan untuk memindahkan gambar di depannya, aku ingin untuk membantunya.
“Tidak usah, kalian adalah tamuku. Aku semakin merasa bersalah jika harus memper…”
“Lalu kemana?” tanyaku, usai memindahkan gambar itu ke tembok.
Fred menghela nafasnya, lilinya sudah berpindah tangan pada Yuwen. Dia menuruni anak tangga yang menuju ke bawah itu, aku mengikutinya turun ke bawah. Cahaya di belakangku cukup membuatku tahu jika Yuwen masih mengikuti kami dari belakang. Tangga yang kami lalui di himpit oleh tembok yang terbuat dari bata, aku sampai lupa ini abad berapa, karena aksen gedung ini seperti ruangan kuno roma. Begitu tiba di anak tangga terakhir, Fred berhenti dengan wajah ketakutan.
Aku mengikuti kemana perhatian Fred, sebuah pintu dengan simbok x berwarna merah darah ada tepat di depan kami. Sekalipun kami berada di kegelapan dan penerangan begitu minum, aku bisa menangkap bahwa ada yang tidak beres di depan sana.
“Itu adalah pintu yang aku maksud, saudaraku turun kesini untuk melakukan ritual sebagaimana yang di titahkan pada kami. Pintu itu harus terus tertutup untuk menjaga hal yang…dengar, apa kau mendengar suara itu? Itu adalah suara dari alam yang lain, aku yakin kegelapan membangkitkannya. Dia bahkan membunuh saudaraku untuk mendapatkan kebebasan. Aku takut, jika dia akan kembali muncul dan membunuhku!”
Sulit untuk dipercaya, dan aku butuh untuk memastikan beberapa hal. Dia mengatakan jika saudaranya dibunuh. “Bisa kau tunjukkan dimana saudaramu yang dibunuh itu, Fred? Aku harus melihatnya juga untuk melakukan identifikasi seperti apa motif kematian saudaramu. Aku juga baru tahu jika kau punya saudara.”
“Kau tidak percaya padaku detektif? Aku jelas bukan pembunuh, di sini aku dan saudaraku adalah sebagai korban yang butuh perlindungan!”
“Jika kau hanya butuh perlindungan, maka kau datang ke orang yang salah Sir Alfred. Tugas kami adalah untuk menyelidiki dan memecahkan masalah, bukan untuk melindungimu. Kau bisa menghubungi kantor kepolisian untuk mendapatkan penjagaan selama uangmu masih sanggup untuk membayar mereka!” seru Yuwen yang terlihat mulai kesal, tidak berbeda jauh dariku “Jika kau tidak ingin menunjukkan bukti yang kau punya, maka maaf. Kami harus segera kembali, kau memanggil orang yang salah!”
Hening selama 5 menit, wajah Fred terlihat kesal karena perkataan Yuwen barusan. Aku mengambil alih lilin, lalu berjalan menyusuri ruangan itu. Sepertinya ruangan ini sudah lama tidak pernah digunakan kembali. Debu di lantai dan beberapa jejak kaki aku temukan di sini, tidak tahu ini jejak kaki siapa, tapi yang pasti ini sudah jejak kaki beberapa hari lalu.
Tanganku terulur untuk menyentuh pintu dengan simbol x berwarna merah itu, berusaha untuk mendengar apa yang tersembunyi di dalamnya. Mataku tertuju pada pintu itu, dengan langkah lebar aku lekas kembali dan kembali ke atas. Fred yang bertanya kenapa sama-sekali tidak aku beri jawaban. Kami kembali ke lantai satu, aku kembali mengambil mantelku. Yuwen mengikuti apa yang aku lakukan. Sebelum pergi, aku menatap Fred dengan wajah dingin.
“Kau harus mencari paranormal untuk membantumu, Fred. Maaf tidak bisa membantumu, pintu itu memang sudah terbuka dan itu bukan kabar yang baik. Biar aku beritahu sesuatu padamu, aku mengenal seorang paranormal yang terkenal di seberang desa Hill. Dia pernah menangani kemunculan iblis di tempat yang salah, aku yakin dia juga mampu untuk membantumu. Yuwen benar, kau memanggil orang yang salah. Satu lagi, kau juga tidak bisa terhindar dari masalah ini, kau harus menyelesaikannya dengan tanganmu sendiri. Kami pergi dulu, tidak usah beritahu pada Frank apa yang terjadi.”
Ku lihat tatapan kecewa dari Fred, tapi ini lebih baik. Aku dan Yuwen lekas bergegas keluar dari ruangan itu, begitu membuka pintu. Badai menyambut kami, dan seekor anjing hitam berdiri di depan pintu. Giginya tajam dan air liur keluar dari sana, seolah dia siap untuk menyeráng kami.
“Jangan tatap matanya, anggap saja tidak ada dan kita harus lekas pergi dari sini!”
Bruk—aku berbalik dan menatap Yuwen yang tidak sengaja menabrak seseorang saat kami hendak berlalu dari arah lorong perumahan Fred. Sosok lelaki yang juga kehujanan sama seperti kami. Yuwen lekas meminta maaf dan berjalan di depanku lebih dulu. Dia terlihat ketakutan karena anjing di depan apartemen Fred. Sebelum berlalu, aku menyempatkan diri untuk melihat sosok lelaki itu. Dia memiliki perawakan cukup tinggi, kumis-kumis tipis di dagunya membuatnya mudah dikenali, serta mata hijaunya yang cerah.
Hal itu jelas tidak biasa, Hongkong mayoritas penduduknya adalah orang asia dengan warna bola mata yang khas adalah hitam dan kecoklatan. Bisa aku simpulkan jika lelaki tadi bukanlah orang sini, dia sepertinya adalah keturunan eropa.
“Lio, ayo, kau bisa semakin basah kuyup!”
Teriakan itu membuatku lekas berjalan cepat dan menyebrangi jalan. Melihat ke arah lorong lagi, aku tidak lagi melihat sosok bermata hijau itu di sana. Begitu tiba di depan restoran, Yuwen lekas mengambil kemudi dan membawa mobil menuju rumah. Tidak ada yang memulai percakapan, aku kedinginan dan hal yang sama juga terjadi pada Yuwen.
***
Perapian di depanku menghangatkan kulitku yang tadi sudah mengerut saking dinginnya. Sebuah gelas berisi cairan berwarna coklat tersaji di depanku. Ku lihat Yuwen yang baru saja duduk di depanku, lebih dekat dengan perapian dengan mantel tebal yang menutupi badannya. Di luar masih badai hujan, perkiraan cuaca mengatakan jika badainya akan sampai besok pagi. Itu artinya, aku harus menunggu badai usai baru pergi ke perpustakaan. Ada seseorang di sana yang ingin aku temui, masih mengenai masalah Fred. Aku berharap lelaki pendek itu masih baik-baik saja setelah kami pergi. Karena setelah duduk di sini beberapa menit lalu, tiba-tiba aku kepikiran dengan lelaki misterius yang kami temui di jalan tadi.
“Apa yang kau dengarkan dari ruangan itu, Lio? Kenapa kau tiba-tiba mengatakan jika Fred harus menemui paranormal? Apa semua yang dia ucapkan itu benar adanya?”
Menyeruput coklat panas buatan Yuwen membuatku semakin merasa hangat. Aku menatap Yuwen yang terlihat sangat penasaran dengan apa yang terjadi.
“Yang pasti, itu adalah hal yang berada di luar kemampuan kita, Yuwen. Ketika memejamkan mataku dan mendengar apa yang terjadi di ruangan itu, apa yang dikatakan oleh Fred memang benar adanya. Aku melihat seekor anjing keluar dari ruangan itu. Lalu menyeret kepala saudara Fred yang sedang menyajikan sesajen di ruangan itu. Tidak ada darah, karena anjing itu menjilatinya dengan bersih. Aku tidak tahu darimana asal datangnya anjing itu, mungkin kita bisa menamainya anjing dari neraka. Dia benar-benar seperti harimau saat mencabik saudara Fred, dia…”
“Lalu, anjing yang kita temui di depan itu?” tanya Yuwen dengan nada gemetar dan tercekat.
“Kau benar, itu adalah anjing yang membunuh saudara Fred, bisa dikatakan jika nyawa Fred juga berada di dalam bahaya. Tapi, jika kita tidak lekas pergi dari sana. Bisa saja, terjadi sesuatu yang lebih dari apa yang kita bayangkan. Termasuk ke datangan lelaki bermata hijau itu, aku curiga padanya, jika dia juga bukanlah 100% manusia.”
“Apa maksudmu dia juga sama dengan anjing itu?”
“Lebih tepatnya, dia adalah pemilik anjing itu dan dia yang sengaja membangkitkan anjing itu dari tidur panjangnya. Sengaja membuat dia marah dan membunuh saudara Fred, ini kasus yang tidak bisa aku tangani. Aku tidak punya kemampuan itu, itu sebabnya aku menyarankan dia untuk menemui paranormal yang aku maksud!”
“T—tapi kenapa kau tidak menolak permintaannya sejak awal saja, Lio?”
“Aku sengaja, aku ingin melihat seperti apa pintu yang dimaksud oleh Fred itu.”
“Lalu bagaimana jika dia benar-benar terbunuh juga? Apa kau akan diam saja dan membiarkannya terbunuh?”
“Itu jelas bukan urusanku, Yuwen. Tidak usah khawatir, aku akan mengembalikan sejumlah uang yang dia berikan pada kita. Aku hanya terkejut ketika mendapati masih ada hal mistis yang sangat nyata itu di era sekarang.”
“Aku setuju dengan ucapanmu barusan, apa kau pikir Fred masih menyembunyikan hal yang lebih daripada itu?”
Aku mengangguk, sembari melihat email yang masuk. “Dia bahkan lebih daripada itu, mungkin dia juga tahu mengenai kematian saudaranya sebelumnya. Atau jangan-jangan dia yang sengaja melakukannya, tatapan Yuwen terlihat gugup saat aku ingin memeriksa mayat saudaranya. Aku menyimpulkan jika dia memang tahu hal itu sebelumnya. Jadi, kita mengambil langkah yang tepat dengan pergi dari sana. Jika tidak, aku khawatir jika dia juga sedang membuat rencana yang lain untuk kita!”
“Dan kau tahu hal itu sebelum kita pergi ke sana?”
Tatapan jengkel Yuwen membuatku tahu jika dia masih ketakutan sampai detik ini, memang benar, siapa yang tidak akan takut dengan hal ini? Tapi aku punya rencana lain mengenai hal ini. Tanpa menjawab pertanyaan Yuwen, aku mengambil pipaku dan kembali duduk di sofa.
“Kau masih tidak menjawab pertanyaanku, Lio. Kau tidak kenal dengan Fred, hanya mencari tahu tentangnya. Tapi kau berpura-pura mengenalnya untuk mencari tahu sesuatu yang kau sembunyikan dariku selama ini. Sekarang, bisa kau tahu apa yang kau dapat dari sana?”
“Kelihatannya kau memang ingin tahu, dan pernyataanmu itu benar adanya. Sayangnya, tidak ada apa-apa yang aku dapat dari tempat Fred, jika aku mendapatkan sesuatu yang menarik, apa kau pikir aku akan kembali dari sana?”
“Kau benar-benar tidak bisa untuk di tebak, Antony juga mengatakan jika kau memang sengaja bertahan menjadi bawahan Frank. Dia bilang…”
“Antony mengatakan begitu agar kau tertarik bergabung dengannya, dia pikir kau bisa mengajakku untuk bergabung bersamanya. Nyata tidak Yuwen, lain kali kau harus lebih tau mengenai tabiat seseorang. Antony itu adalah mantan marinir yang sekarang bekerja sebagai seorang detektif, tidak banyak klien yang datang padanya karena caranya yang cukup kuno dan tidak fleksibel. Hal pertama yang selalu dia inginkan dalam bekerja adalah uang, itulah sebabnya aku tidak pernah tertarik untuk bekerjasama dengan lelaki tua itu. Banyak orang yang menawarkan kerja sama padaku, kau tahu jelas jika aku ini pintar dan memiliki nilai jual!”
Yuwen kelihatan kesal dengan perkataanku barusan.
“Tapi Frank juga fleksibel, Yuwen. Dia tahu dia butuh aku, dan dia membayarku dengan bayaran yang tidak pernah aku sangka sebelumnya. Hal itu tidak bisa aku dapatkan dari orang lain, sekalipun itu adalah Antony. Terus terang saja, untuk tinggal di rumah ini butuh uang yang banyak yang perlu aku keluarkan setiap tahunnya. Aku tidak suka makan makanan miskin, dan kau jelas tahu kebiasaanku itu. Aku tidak suka mengenakan mantel yang sama dalam sebulan. Dan, apa kau berpikir darimana aku mendapatkan uang untuk memberimu upah, Yuwen? Aku fleksibel untuk hal-hal yang memang aku butuhkan. Uang adalah hal yang aku butuhkan untuk bisa bertahan hidup dengan gaya hidupku yang sekarang.”
“Aku tidak menyinggung masalah uang, Lio!”
“Tapi perkataanmu beberapa menit lalu menyiratkan jika aku ini menyembunyikan sesuatu darimu.”
Yuwen terdiam, dia terlihat seperti orang bodoh di hadapan ku kali ini. Kali ini aku kehilangan mood untuk bekerja, tapi aku juga tidak bisa menyalahkan Yuwen untuk hal ini.
“Aku salah, tolong jangan masukkan ke dalam hatimu, Lio!”
“Tidak masalah, tapi lain kali berpikirlah lebih loyal dan realistis. Kita butuh uang, maka kita akan datang pada sumbernya. Oh ya, tolong carikan alamat dari si paranormal yang aku katakan tadi. Malam ini aku akan melakukan beberapa percobaan lagi, atau jika tidak, cari tahu apakah Fred masih mengirimku pesan atau tidak. Aku akan pergi dan jangan membukakan pintu jika ada yang mengetuknya.”