Sedangkan di dalam pesawat, Fera tidak bisa mengalihkan pandangannya dari jari mungil yang sudah tersemat cincin itu. Rasanya masih tidak percaya dengan apa yang ia lihat sekarang. Seolah apa yang sekarang ada di depan matanya dan apa yang sedang ia pakai hanya halusinasinya semata. Padahal sudah jelas jika cincin itu nyata dan rasa bahagia itu tidak semu. Fera sungguh terharu. Gean punya banyak cara yang sama sekali tidak ia duga-duga. Dan tentu saja tidak bisa ia tolak. Apalagi dengan yang lelaki itu katakan. Fera benar-benar seperti berada di wahana taman bermain dan naik komedi putar. Pergerakan Gean halus dan lambat namun pasti dan menyenangkan. Kali ini Fera yakin dengan pepatah, Akan ada kebahagiaan dibalik segala kesedihan. Karena setelah semua kesedihan yang Fera rasakan begitu

