Ch. 44 (HH)

2156 Kata

 “Hati-hati, ya. Jangan lupa telepon aku begitu kamu sampe. Jangan sampe lupa juga buat makan. Jangan karena kerjaan, kamu jadi lupa yang lain. Jangan—“ “Aku sepuluh menit lagi mau berangkat. Masih mau gini?” Potong Fera dengan suara yang tepat pada telinga lelaki di depannya. Tangannya berusaha melepaskan pelukan lelaki itu. Namun bukannya terlepas, pelukan itu kian menguat. Belum lagi dengan suara rengekan yang sangat menggemaskan. Sampai Fera tidak bisa untuk tidak tersenyum mendengarnya. “Jangan pulang bisa gak sih, Fer? Di sini aja sama aku. Nanti pulangnya bareng,” rengek Gean. Lelaki itu melepaskan pelukannya dan menatap Fera dengan wajah memelas. Fera menggeleng tegas. Gadis itu menunjukkan jam tangannya yang dibalas dengan dengkusan pelan dari Gean. Lagipula siapa yang tidak sed

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN