Hari terakhir di Swedia, Fera berencana untuk menghabiskan waktunya memainkan alat musik di paviliun Gean. Setelah semalaman bersama lelaki itu dan pulang saat Angel sampai di paviliun, Fera meminta izin langsung kepada Gean dan Rian untuk memakai ruang musik yang berada di belakang kamar kedua lelaki itu. Dan tentu saja dengan senang hati Gean mengiyakan. Rianpun sama. Hanya saja, Rian menggantikan Fera yang tadinya sudah mendaftarkan diri untuk tour ringan bersama Angel. Alhasil, Rian dan Angel kembali keluar bersama dan driinya dengan Gean hanya berdiam diri di paviliun. “Kenapa pulangnya gak besok aja, sih?” Tanya Gean kesal. Fera berdecak kecil. Tangannya dengan lihai memainkan gitar listrik yang saat ini ada di pangkuannya. Bibirnya mengukir senyum kala Gean yang duduk di depan dru

