Fera mengangkat sendoknya dan mulai menyuapi lelaki yang saat ini asik memainkan game di ponsel barunya. Beberapa kali Fera berdecak pelan karena nasi dan juga sayur yang ia ambil dengan sendok berjatuhan ke bawah. Jelas itu karena lelaki di sampingnya yang tidak bisa diam. Belum lagi mata lelaki itu yang tidak ingin lepas dari ponsel. “Gua banting hapenya kalau lo terus kaya gitu, Ge,” ancam Fera yang berhasil membuat Gean langsung diam dan mematikan ponsel sang kekasih. Cengiran khasnya keluar seraya memeluk Fera dengan hangat kala wajah sangar kekasihnya itu begitu kentara. Sayangnya hal itu tidak membuat Fera tenang dan memaafkan apa yang Gean lakukan. “Pulang kapan, Yang?” Tanya Gean seraya membuka mulutnya. Melahap makanan yang Fera suapi untuknya. “Besok,” jawab Fera apa adany

