“Boleh Antira tanya satu hal sama Tante?” Gadis dengan khimar panjangnya itu menatap seorang perempuan baya yang masih setia terbaring di atas brankar. “Tentu. Apa yang mau Antira tanya? Tentang Gean? Tante yakin dia hanya—“ “Apa sebenarnya tujuan Tante dan papa menikahi Antira dengan salah satu dari si kembar?” potong gadis dengan nama lengkap Antira Nasifah tersebut. Wajahnya terlihat tidak suka dan terlihat sangat kesal. Tapi dengan cepat ia tutupi dengan wajah datarnya yang selalu menjadi wajah andalannya ketika melihat berinteraksi dengan seseorang yang tidak terlalu dekat dengannya. Lagipula, Antira tidak benar-benar kesal pada wanita ini. Ia hanya sedikit kecewa mendengar keputusan kekanakkan yang belum juga selesai. Bahkan sebelumnya ia sudah menolak perjodohan dengan Rian 4 t

