“Kenapa Kenzo bisa ada di sini?” Fera mengangkat halisnya dan menatap Gean dengan wajah bingungnya. “Tentu karena dia tahu rumah aku.” Gean berdecak pelan. “Bukan itu maksud aku. Kenapa dia datang ke sini?” “Ya karena dia mau ke sini,” jawab Fera apa adanya. Gean menarik napas panjang. Sepertnya gadis ini sedang mempermainkan. Ia tahu tabiat Fera yang sama sekali tidak bisa diajak kompromi jika sudah melihat kecemburuannya. Ia juga tahu jika Fera sering membuatnya kesal karena mempermainkan rasa cemburunya. Ya, bilang saja Gean terlalu over dalam segala hal. Termasuk over dalam hal kecemburuan. Tapi Gean bisa apa? Rasanya sangat kesal melihat orang lain sangat antusias melihat perempuan miliknya ini. “Fer, aku tahu kamu paham maksud aku. Kenapa Kenzo bisa ada di sini?” Tanya Gean y

