Insiden jatuhnya Gean tadi pagi mengundang satu dokter dan satu orang lelaki yang saat ini sibuk menggelengkan kepalanya bingung. Tidak suka dengan reaksi salah satu sahabatnya, Gean berdecak sebal seraya memalingkan wajah. Enggan memperlihatkan bekas lukanya yang sekarang tertutup kapas itu. “Kemaren Fera yang kecelakaan, sekarang lo yang jatoh. Lo berdua mau punya adek apa gimana sih? Gak nyampe otak gua, beneran.” Gean mendengkus sebal. Lelaki yang sedang asik memainkan game di ponselnya itu menolehkan kepala sesaat sebelum kembali berdecak. Terlalu muak melihat pengacara yang selama ini menjadi sahabatnya itu. Belum lagi dengan jenis wajah yang terlihat membosankan dan sama sekali tidak membuat Gean bahagia melihatnya. Huh, sahabat sape sih?! “Fera udah lo kasih tahu?” Tanya lela

