“Fera sukanya buah apa, Dek?” “Fera suka sama makanan buatan Mama gak ya?” “Nanti di sana bantu Mama ngomong ya? Adek kan tahu Mama paling gak bisa ngomong.” “Fera suka sama tas putih ini gak ya?” “Dia biasanya pake baju kaya gimana, Dek?” “ADEK IH! Mama lagi nanya juga.” Lelaki dengan kaos polos berwarna putihnya itu menatap wanita di depannya dengan senyum terpaksa. Tangannya sudah mengepal menahan rasa kesal sejak tadi. Ia beberapa kali melihat ke arah samping di mana jam dinding berdentang terus-menerus. Dan jam itu sudah menunjukkan pukul 11 siang. Sedangkan dirinya dan juga sang mama masih ada di tempat perbelanjaan hanya untuk membawa bingkisan untuk orang yang akan mereka datangi. “Adek gak suka Mama ketemu sama Fera, ya?” Gean menghela napas panjang. Ia ajak wanita it

