Gadis dengan dress coklatnya itu menatap kecil pada wanita di sampingnya seraya menuangkan tepung ke dalam mangkuk. Sedangkan tangannya yang lain berusaha menyalakan kompor di dekatnya. Setelah dirasa pas dan kompornya menyala, Fera lalu menunjuk sendok begitu Riana meminta sesuatu seraya menunjuk sisi kanan Fera. “Iya. Yang agak kecil aja ya, Sayang.” Fera mengangguk dan memberikan sendok itu pada Riana. Matanya menatap Riana dengan teliti. Beberapa kali ia merasa takjub melihat Riana yang begitu lihat mengocek adonan kering di atas piring. Ia lalu memberikan tepung yang sudah ia kira-kira pada Riana dan kembali memperhatikan wanita itu dengan seksama. Kepalanya mengangguk-angguk saat mendengar Riana mengintruksikan apa yang harus ia lakukan setelahnya, atau apa yang akan terjadi jika

